JAKARTA, benuapost.net– Langkah Menteri BUMN Erick Thohir bersih-bersih di PT Jiwasraya dari penjahat berdasi, mendapat dukungan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).
Dukungan
disampaikan Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI, Mardani H Maming,
dalam pers rilisnya di Jakarta, Sabtu (11/1).
“Sebagai
lembaga, HIPMI mendukung sepenuhnya langkah-langkah Menteri BUMN dalam
melakukan aksi bersih-bersih di badan usaha milik negara tersebut, terutama dalam
mengusut dugaan tindakan koruptif di PT Jiwasraya,” ujar CEO Holding PT
Batulicin 69 dan PT Maming 69 yang memiliki ensitas 55 usaha di berbagai bidang
itu.
Meski
demikian, lanjut pengusaha muda asal Bumi Bersujud, Tanah Bumbu, Kalsel itu,
HIPMI mengingatkan agar Menteri Erick berhati-hati. Sebab para koruptor sedang
melakukan serangan balik.
Serangan dimaksud, menurut Ketua
Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten se Indonesia (APKASI) itu, tengah dilancarkanya
serangan kelompok krag putih (sebutan lain untuk para koruptor, Red.) dari narasi yang diciptakan
akhir-akhir ini.
“Cermati narasi yang
diciptakan untuk menyerang balik Menteri Erick. Padahal Beliau baru jadi menteri
dan yang mengangkat masalah ini. Sangat aneh, yang mengangkat isu malah
dituding sebagai peraih manfaat,” ucap Mardani.
Untuk itulah, tambah Mardani, HIPMI
mengingatkan Menteri BUMN agar waspada
dan tidak terpengaruh dengan narasi-narasi serangan balik tersebut.
“HIPMI mendukung sepenuhnya
langkah Menteri BUMN dalam mengurus
kasus Jiwasraya sampai penegak hkum menemukan aktor intelektualnya,” tandas Mardani.
Indonesia, menurut Mardani, membutuhkan
ikon-ikon korporasi nasional yang sehat dan kompetitif, khsususnya BUMN. Sebab,
korporasi-korporasi ini strategis untuk menjaga citra industri terkait iklim
investasi dan perekonomian nasional.
“Kita
perlu menjaga citra industri terkait (perasuransian). Sebab itu, pengelolaan
korporasi harus mengikuti kaidah-kaidah good
corporate governance (GCG) dan best
practice,” ucap Bupati Tanah Bumbu ke-2 dua priode itu.
Bahkan, sambung Mardani, negeri
ini butuh lebih banyak lagi BUMN-BUMN yang sehat sebagai agent of development dan juga menjadi mitra-mitra strategis
pengusaha-pengusaha nasional dan daerah dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi
dan menciptakan lapangan kerja serta mendorong investasi lebih banyak.
“Kalau korporasinya
sehat-sehat, kan investor-investor baik di direct
investment maupun indirect investment
akan bergairah masuk ke dalam negeri. Makanya, langkah-langkah penyehatan ini
penting sekali,” pungkasnya. (yb/b2n/foto:
ist)