BANJARMASIN, banuapost.co.id– Imbas 9 jam padam hingga menyebabkan beberapa wilayah di Kalsel dan Kalteng gelap gulita, berbuntut.
PLN Kalselteng sebagai penanggungjawab pengadaan energy listrik
alias setrum untuk dua provinsi itu, didemo puluhan Lembaga Swadaya Masyarakat
(LSM), Kamis (23/1).
LSM yang tergabung dalam Komite Anti Korupsi Indonesia
(KAKI), Porpeban, Pekat dan Pemuda Islam, berunjukrasa damai di depan Kantor
PLN Banjarmasin, Jl Lambung Mangkurat. Mereka menuntut agar PLN ke depannya
tidak ada lagi pemadaman.
Menurut Ketua LSM KAKI Kalsel, A Husaini, padamnya
listrik di Kalimantan Selatan dan Tengah, sangat merugikan masyarakat.
Padahal pemerintah pusat, sudah menganggarkan ratusan miliar
rupiah untuk penyediaan listrik sebesar 35.000 Megawatt (MW).
Pemerintah bersama PLN dan swasta, akan membangun 109
pembangkit, masing-masing terdiri 35 proyek oleh PLN dengan total kapasitas
10.681 MW dan 74 proyek oleh swasta/Independent Power Producer (IPP) dengan
total kapasitas 25.904 MW.
“Bahkan menandatangani kontrak pembangkit sebesar 10.000 MW
sebagai tahap I dari total keseluruhan 35 ribu MW,” ucap Husaini.
Karena itu kalau nantinya ada pemadaman lagi, sambung
Husaini, LSM akan kembali demo dengan massa yang lebih banyak.
Sementara Manager UP 3 PLN Banjarmasin, Basuki Rahman,
menyampaikan permohonan maafnya atas padamnya listrik di Banjarmasin dan
sekitarnya akibat sambaran petir tehadap saluran udara tegangan tinggi (SUTT).
Sehingga jalur utama ini yang menyebabkan terputusnya
saluran energy, berdampak padamnya listrik di Banjarmasin dan sekitarnya.
“Tapi ke depannya kami dari PLN terus berupaya untuk
memperbaiki sistemnya. Bahkan PLN saat ini juga membangun saluran di sisi
Utara, dari Barikin ke Kayutangi,” jelasnya.
Sehingga energy listrik yang masuk Banjarmasin, sambung
Basuki, nantinya juga bisa lewat jalur Utara. Yang tersambar petir itu jalur
Selatan,” katanya.
Sebenarnya, lanjut Basuki, PLN sudah rutin melakukan
inspeksi. Kemudian memperkuat sistem transmisi merupakan upaya bagaimana
sambaran petir nantinya tidak berdampak padam atau terputusnya aliran listrik.
(imn/foto: iman)
