JAKARTA, banuapost.co.id– Himpinan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dan Asosiasi Pengusaha Nikel Indonesia (APNI), menggelar forum dialog dengan mengusung tema: “Prospek Industri Nikel Dalam Negeri”.
Forum nasional itu dihelat di Sekretariat BPP HIPMI,
Sahid Sudirman Center Lantai 21, Jl Jenderal Sudirman, Karet Tengsin, Jakarta
Pusat, Jumat (28/2) sejak pukul 13:00 WIB.
Digelarnya forum dialog ini bukan tanpa alasan. Ini mengingat
Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki cadangan nikel terbesar di
dunia.
“Dengan potensi yang cukup besar, diharapkan Indonesia ke
depannya bisa menjadi negara maju berbasiskan industri baterai,” jelas Ketua
Umum BPP HIPMI, Mardani H Maming di Jakarta, Kamis (27/2).
Selain itu, sambung Mardani, pemerintah telah berkomitmen
melaksanakan kebijakan hilirisasi industry. Karena dinilai mampu meningkatkan
nilai tambah SDA di dalam negeri, penyerapan tenaga kerja lokal dan penerimaan
devisa dari ekspor.
“Industri berbasis nikel dinilai berperan penting dalam
membantu pertumbuhan ekonomi Indonesia, karena sejalan dengan program
peningkatan nilai tambah SDA. Sehingga dapat meningkatan investasi yang masuk,”
ujar Mardani.
Mengingat prosfeknya ke dapan bagi bangsa, lanjut
Mardani, HIPMI bekerja sama degan APNI, mengadakan forum dialog untuk melihat
peluang dan dampak positif terhadap percepatan ekonomi dan perkembangan
industri jika adanya kebijakan pemerintah yang mengatur harga patokan mineral,
khususnya pada nikel.
Menurut Mardani, dalam forum dialog akan hadir beberapa
tokoh penting sebagai narasumber, di antaranya Menteri Energi dan Sumber Daya
Mineral (ESDM), Arifin Tasrifg, Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang
Kartasasmita.
Kemudian Ketua Komisi VII DPR RI, Sugeng Suparwoto, Ketum KADIN Indonesia, Rosan
Roeslani, Ketum Asosiasi Pengusaha Nikel Indonesia (APNI), Komjen Pol (P) Ismerda
Lebang dan Ketum Asosiasi Perusahaan Pengolahan dan Pemurnian Indonesia (AP3I),
Prihadi Santoso. (yb/b2n/foto: ist)