KINTAP, banuapost.co.id– Manunggal Tuntung Pandang (MTP), merupakan program Pemkab Tala untuk memberikan pelayanan, sekaligus mendekatkan diri dengan masyarakat.
“Sebab suatu daerah tidak mungkin maju, jika tidak ada
komunikasi yang baik antara pemerintah dan warganya,” jelas Bupati Tanah Laut, H
Sukamta, saat memberi sambutan pada kegiatan MTP di Desa Mekar Sari Kecamatan
Kintap, Kamis (20/2).
Oleh karena itu, lanjut bupati, MTP sebagai salah satu
sarana untuk berkomunikasi, agar bisa merancang kebijakan apa saja yang bisa
disusun untuk memenuhi harapan warga.
“Desa Mekar Sari adalah desa ke-36 yang kita
datangi,” ujarnya.
Sebab itu, sambung Sukamta, melalui MTP ini diharapkan tumbuh
semangat gotong royong sebagai salah satu kekuatan bangsa dan negara.
Menurut bupati, dalam kurun waktu satu setengah tahun
mengemban amanah membina desa, hasilnya cukup berbangga hati. Sebab di
Kecamatan Kintap yang jumlahnya ada 14 desa, 50 persen sudah masuk dalam
kategori desa maju. Sisanya masuk kategori desa berkembang.
Pada 2018 ada dua desa sangat tertinggal. Namun di 2019
hanya sisa satu. Sementara untuk desa tertinggal, awalnya ada 55 desa, sekarang
sisa 15 desa.
Begitupun untuk desa berkembang, awalnya ada 66 desa. Namun
sekarang sudah bertambah menjadi 89 desa. Desa maju yang di 2018 hanya 7 desa,
sekarang sudah meningkat menjadi 25 desa.
“Dari 25 desa maju, 7 desanya ada di Kecamatan
Kintap. Karea itu kita juga berharap, dari desa maju ini naik gradenya menjadi
desa mandiri,” harapnya.
Terkait dengan dana desa sendiri, ia berpesan nantinya di
dalam perencanaan harus sudah terpisahkan antara mana yang dibiayai dana desa
dan mana yang harus dibiayai pemerintah kabupaten ataupun pemerintah pusat.
Sebab selama ini, banyak usulan yang sifatnya
infrastrukur. Padahal banyak hal lain yang lebih bisa mendorong pertumbuhan
ekonomi rakyat. Seperti pelatihan kewirausahaan dan lain-lain.
Berkaitan dengan kewirausahaan, menurut Kamta, sekarang
Tala memiliki 5 model sasirangan. Di antaranya
sasirangan konvensional, jumputan, ringkel, batik cap sasirangan dan ecoprint.
Tak sampai disitu, Kamta juga berharap masyarakat bisa
memanfaatkan program KUR untuk modal usaha. Dengan bunga 6 persen dari pinjaman
25 juta sampai 500 juta.
Sedangkan bagi masyarakat yang hanya ingin meminjam di bawah
Rp 15 juta, Kamta menyarankan untuk meminjam ke Bank Perkreditan Rakyat dengan
bunga 0 persen.
“Alhamdulillah, sampai saat ini program bunga 0
persen sudah tersalur Rp 4,2 miliar ke masyarakat,” jelasnya.
Terakhir, Kamta menyampaikan pesan mendagri, diharapkan
semua desa ada program untuk penanganan stunting.
“Setiap desa harus ada bidan desa yang terus
memonitor tiap kehamilan pasangan usia subur,” tandasnya. (zkl/foto: ist)