BANJARBARU, banuapost.co.id– Kapolda Kalsel, Irjen Pol Yazid Fanani dan tokoh umat urun rembuk, seiring dengan adanya pembatasan kegiatan untuk menghalau penyebaran virus korona agar dapat berjalan baik
Sejumlah tokoh yang hadir, KH. Zuhdiannor (Guru Zuhdi),
Gubernur Kalsel diwakili Sekdaprov, Danrem 101/Antasari, Wakapolda Kalsel
beserta PJU, Kapolresta Banjarmasin dan Kapolres Banjarbaru.
“Jika pembatasan kegiatan keagamaan hanya diikuti
sebagian dan sebagian tidak, maka potensi penularannya tinggi,” jelas Irjen
Yazid dalam pertemuan di Perumahan Kota Citra Graha Banjarbaru, Senin (23/3).
Terlebih, sambung kapolda, hingga saat ini di Kalsel
sebanyak 500 orang dinyatakan sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dan satu
warga lainnya, positif terifeksi virus korona.
Sementara kemampuan medis, menurut Irjen Yazid, sangat
terbatas. Begitupun dengan alat-alatnya, juga belum lengkap. Sehingga kewalahan
dalam penangananya.
Sedang penularan virus asal Provinsi Wuhan, Tiongkok tersebut, bisa melalui sentuhan maupun
berinteraksi dengan orang yang positif terkena.
“Ketika penyebarannya meningkat signifikan, setidaknya
masyarakat jangan menganggapnya sepele,” tegas kapolda mengingatkan.
Oleh sebab itu, lanjut Irjen Yazid, masyarakat yang tidak
berkepentingan arau keperluan di luar rumah, untuk sementara waktu jangan
keluar rumah.
“Sebaliknya jaga kesehatan, kebersihan dan menjaga
keluarga masing-masing,” imbau kapolda.
Cepat
menyebar
Melanjutkan apa yang disampaikan kapolda, Kabid Dokkes Polda
Kalsel, Kombes Pol dr Erwinn Zainul Hakim, menjelaskan, virus korona penyebarannya
sangat cepat.
Untuk mengantisipasinya, masyarakat diimbau untuk
mengurangi kegiatan yang berhubungan dengan orang banyak. Jangan berhubungan
langsung dengan orang yang terindikasi atau pernah berinteraksi dengan
penderita virus korona.
“Orang yang sehat jangan pernah mengganggap dirinya sehat.
Karena virus ini menyerang orang yang mempunyai imun rendah,” jelasnya. (yb/*/foto: ist)