JAKARTA, banuapost.co.id– Menteri Agama, Fachrul Razie, menyarankan agar sementara ini hindari bersalaman. Terlebih lagi cipika-cipiki atau cium pipi kiri dan kanan.
“Untuk sementara, hindari dulu. Karena ternyata itu juga
media untuk penyaluran Covid-19 alias virus korona,” jelas Fachrul, kepada awak
media usai mendampingi Presiden Joko Widodo meninjau penyemprotan disinfektan
di Masjid Istiqlal, Jumat (13/3) pagi.
Selama peninjauan, presiden juga didampingi Menteri
Kesehatan Terawan Agus Putranto, Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN
Erick Thohir, dan Imam Besar Masjid Istiqlal, KH Nasaruddin Umar.
Upaya penyemprotan, menurut menteri, untuk membuat masjid
menjadi lebih baik atau lebih steril. Sehingga bibit-bibit penyakit juga hilang.
Menteri Fachrul, pihaknya juga akan melakukan imbauan ke
semua masjid untuk melakukan hal yang sama. Imbauan pembersihan, antara lain
berupa menggulung semua karpet dan melakukan penyemprotan antiseptik.
Fachrul juga menggaris bawahi soal pengambilan air wudu
yang harus dipastikan, air yang digunakan mengalir dengan baik. Di setiap
tempat wudu juga perlu disiapkan sabun dan antiseptik.
“Mudah-mudahan dengan itu akan menjadi lebih baik
dan penularan penyakit peluangnya
menjadi lebih kecil,” imbuhnya.
Senada, Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar
mengatakan, pihaknya juga akan menyampaikan imbauan kepada jemaah untuk membawa
persiapan ibadah pribadi, seperti sajadah.
“Insyaallah, kami mengimbau kepada seluruh jemaah
Masjid Istiqlal itu membawa persiapan-persiapan lain, seperti misalnya di sini
kan kita enggak siapkan karpet, mungkin bawa sajadahnya masing-masing, dipakai
sendiri, digulung sendiri, diambil sendiri,” kata Imam Besar.
Ibadah
saat Ramadan
Sementara terkait aktivitas ibadah di bulan Ramadan yang
akan segera tiba, Menteri Agama mengatakan, semua aktivitas akan tetap berjalan
seperti biasa. Kegiatan seperti Salat Tarawih berjemaah maupun buka puasa
bersama bisa diadakan, kecuali ada perubahan situasi.
“Kecuali ada perubahan-perubahan situasi yang
membuat situasinya sangat jelek. Kecuali itu ya. Mudah-mudahan tidak terjadi.
Maka kita akan ambil langkah-langkah lain yang lebih baik dalam menghadapi ini,”
ucapnya.
Imam Besar Masjid Istiqlal menambahkan, pihaknya akan
tetap menyiapkan segala hal pada saat buka puasa yang biasanya dihadiri 3 ribu
sampai 4 ribu jemaah. Tak hanya itu, pihaknya juga akan mengantisipasi
aktivitas iktikaf yang dihadiri banyak jemaah.
“Iktikaf di Masjid Istiqlal 3 tahun terakhir itu,
lebih banyak dari pada Salat Tarawih. Karena ini pun kami juga antisipasi.
Insya Allah 10 terakhir Ramadan ini pun, mudah-mudahan tidak akan ada kejadian
yang istimewa. Insya Allah, Istiqlal dan masjid-masjid yang lain bisa
aman,” tandas Imam Besar (yb/din/foto:
rusman)