BANJARMASIN, banuapost.co.id- Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Kalsel, hingga Sabtu (28/3) sore, mencapai 1.097 orang. Angka ini terus mengalami kenaikan. Sehari sebelumnya, tercatat sebanyak 993 orang.
ODP merupakan orang yang riwayat perjalanan dari daerah
terinfeksi atau kontak dengan pasien positif Covid-19. Baik yang memiliki atau
tidak memiliki gejala gangguan pernafasan atau juga gejala demam.
“Terus bertambahnya jumlah ODP ini, karena semakin
masifnya petugas melakukan pemantauan terhadap orang yang masuk kriteria ini.
Baik ada gejalan maupun tanpa gejala. Termasuk pemantauan mereka yang melakukan
isiolasi mandiri di rumah masing–masing oleh petugas dinas kesehatan kabupaten
dan kota,” jelas Sekretaris Tim Gugus Tugas Pencegahan, Pengendalian dan
Penanganan (P3) Covid-19 Kalsel, M Muslim.
Selanjutnya, sambung Kepala Dinas Kesehatan Kalsel itu, pada data terbaru itu Pasien Dalam Pengawasan
(PDP) di provinsi ini, juga mengalami peningkatan jumlah.
Dari lima orang pada hari sebelumnya, menjadi sepuluh
orang. “Dengan jumlah terbaru ini, yakni 10 orang PDP, maka pasien yang kini
diisolasi di RSUD Ulin Banjarmasin, sebagai salah satu rumah sakit rujukan,
sebanyak 11 orang. Terdiri dari 10 PDP ditambah satu yang sudah terkonfirmasi
positif,” imbuh Muslim.
Berdasarkan daerah rujukan, Muslim mengatakan, 10 PDP itu
terdiri dari empat orang dari Banjarmasin. Kemudian Banjarbaru dan Kabupaten
Banjar, masing-masing dua orang. Sedangkan Hulu Sungai Selatan dan Tabalong,
masing-masing satu.
“Beberapa saat ini, kondisinya cukup stabil dan bagus.
Termasuk satu pasien yang terkonfimasi positif. Namun ada juga, yang keadaannya
masih lemah, batuk serta pneumonia,” ujar Muslim.
Ditambahkan Muslim, petugas juga sudah memfungsikan rapid
test yang alatnya sudah diterima, beberapa waktu lalu. “Namun untuk rapid tes
ini, diprioritaskan untuk ODP,PDP, serta
orang yang pernah berinteraksi atau melakukan kontak dengan pasien positif
Covid-19. Jadi belum untuk seluruh masyarakat,” katanya. (emy/foto: ist)