PELAIHARI, banuapost.co.id– Meski belum ada satu pun warga Tanah Laut yang terinfeksi virus korona, Bupati H Sukamta tidak ingin mengambil resiko. Bumi Tuntung Pandang itu pun ditetapkannya sebagai status Siaga Darurat Covid-19 selama tiga bulan.
Ditetapkannya status itu, dikemukakan Kamta, sapaan
akrabnya, setelah mendengar masukan dalam rapat koordinasi di Ruang Rapat
Barakat, Kantor Sekdakab setempat, Senin (16/3).
Rakor dihadiri Kadinkes Tala, Hj Nina Sandra, Kepala
Bidang Pelayanan RSUD Hadji Boejasin Pelaihari, dr Haryono, Wakil Bupati Abdi
Rahman, Dandim 1009/Pelaihari, Letkol Inf. Adi Yoga Susetyo.
Kemudian Sekdakab Dahnial Kifli, Kakanmenag HM Rusdi
Hilmi, Wakapolres Tala, Kompol Fauzan Arianto, Asisten Lingkup Setda, para
Kepala SKPD, Camat se-Tala serta stakeholder terkait lainnya.
Selain status tersebut, menurut Kamta, Pemkab Tala juga membentuk
Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19.
“Kita bentuk Satgas Penanganan Siaga Darurat Covid-19 ini
dari tingkat kabupaten, kecamatan dan desa. Kita akan segera menyusun rencana
aksi kita agar jangan sampai Covid-19 ini masuk ke Kabupaten Tala,” tegasnya.
Begitupun dengan tempat yang menjadi kerumunan masyarakat
yang tidak bisa dibubarkan atau hindarkan, lanjut Kamta, akan disterilkan
dengan disinfektan dan dengan aksi lainnya.
“Bahkan Pemkab Tala juga tidak menutup
kemungkian untuk menutup beberapa tempat wisata yang ada, atau memberlakukan
protokol penyemprotan disinfektan kepada wisatwan yang berkunjung,” imbuhnya.
Sedang sosilisasi dan penerangan, menurut bupati, juga
dilakukan kepada masyarakat melalui radio pemerintah, leaflet, baliho/spanduk
dan media lainnya.
“Tentunya ini agar masyarakat Tala tidak panik dan tahu
bagaimana cara pencegahan virus korona,” ucapnya.
Untuk upaya pencegahan lebih lanjut, Kamta juga ingin
agar di kantor-kantor pemerintahan, sekolah, tempat ibadah dan fasilitas umum, disediakan tempat cuci tangan dengan air
mengalir serta hand sanitizer.
“Semua kita siapkan. Penganggaran pencegahan pun
akan kita lakukan secepatnya. Tidak apa-apa jika kita sudah siapkan, tapi tidak
terjadi virusnya. Begitupun jika wabah terjadi, kita semua sudah siap,”
tandasnya.
Sementara untuk sekolah dan berbagai kegiatan di tingkat
kecamatan atau kabupaten, sambung Kamta, tidak dibatalkan. Tapi diimbau bagi warga
yang kurang enak badan atau sakit, tidak usah datang.
“Begitu juga dengan sekolah, tidak diliburkan. Tapi siswa
harus rajin senam dan mencuci tangan sebagai upaya pencegahan,” pungkasnya.
Terakhir Sukamta mengimbau para pejabat lingkup Pemkab
Tala, tidak melakukan perjalanan dinas luar daerah, agar tidak membawa pulang
virus korona ke Kabupaten Tala,
“Jika terpaksapun melakukan perjalanan dinas luar daerah,
maka pejabat tersebut harus melakukan screening test di RSUD H.Boejasin
setelah pulang nantinya,” ucapnya mengingatkan.
Pemkab Tala, imbuh Kamta, juga akan berkerja sama dengan
Polres dan Kejaksaan Negeri untuk menindak tegas siapa saja yang menimbun bahan
kebutuhan pokok maupaun Alkes, seperti masker dan hand sanitizer. (zkl/foto: ist)