SAMPIT, banuapost.co.id– Empat Anak Buah Kapal (ABK) yang datang dari Surabaya, Jawa Timur, sekitar pukul 04:00 WIB, diperiksa Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kecamatan, Rabu (15/4).
Mereka sandar di pelabuhan milik warga di Desa Handil Sohor, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan (MHS), Kotim. Pemeriksaan, seiring dengan status Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), tanggap darurat karena ada warganya yang terpapar virus korona.
Karena itu, segala aktivitas warga, maupun orang pendatang, selalu diawasi. Terlebih sekarang ini pintu masuk jalur laut maupun darat diperketat. Tujuannya untuk memutus mata rantai padeglug (wabah) virus yang mematikan itu.
“Kita barusan menyambangi kapal yang datang dari Surabaya bertambat di pelabuhan warga di Bagandung. Empat ABKnya sudah kita cek suhu tubuhnya,” jelas Camat Syahrial saat dikonfirmasi di Kantornya, Rabu (15/4).
Menurut camat, ABK tersebut selama dalam pemeriksaan memang tidak ada menunjukkan tanda-tanda terpapar virus korona.
“Meski demikian, sebagai pendatang mereka merupakan Orang Dalam Pantauan (ODP) tim gugus kecamatan. 3 ABK-nya warga Surabaya, termasuk kapten kapalnya. Sedang satunya lagi, warga Bapinang, Kecamatan Hanaut. Mereka berempat selama 14 hari tidak boleh keluar dari kapalnya,” kata camat.
Selama isolasi mandiri di dalam kapal maupun keperluan ABK, lanjut camat, disepati pihak pemilik kapal. Termasuk untuk mentaati segala anjuran maupun larangan pemerintah demi menangkal penularan Covid-19 itu. (um/foto; ist)