SAMPIT, banuapost.co.id– Sejak ditetapkannya Kotawaringin Timur (Kotim) status tanggap darurat, Minggu (5/4) lalu, karena terkonfirmasinya 3 pasien positif Covid-19, pintu masuk Kotim diperketat. Begitupun di wilayah kecamatan, melakukan penjagaan serupa bagi pendatang.
Bahkan Camat Pulau Hanaut, Ir H Eddy Mashami, melakukan langsung pengawasan ke berbagai pintu masuk wilayahnya, terutama dermaga penyeberangan taksi klotok.
“Sejak ditetapkannya Kotim status tanggap darurat Covid-19, semua perbatasan dermaga, baik didesa maupun kecamatan, pendataan orang yang datang ataupun keluar wilayah terpaksa kita lakukan,” ujar Eddy Mashami ketika bersama unsur muspika melakukan pendataan di dermaga taksi klotok, Selasa (7/4) siang.
Begitupun untuk menjaga sterilnya sekitar pelabuhan taksi itu, lanjut Eddy, penyemprotan disinfektan juga dilakukan seminggu dua kali.
Ini karena banyaknya penumpang yang keluar-masuk ke dermaga kecamatan, maupun pelabuhan ke beberapa desa setiap harinya mencapai ratusan orang beserta kendaraannya.
“Jadi yang dilakuan ini, juga atas instruksi bupati kepada semua jajaran kecamatan, kelurahan, desa maupun RT serta RW agar waspada,” imbuhnya.
Sedang bagi warga kecamatan, sambung Eddy, selalu diingatkan agar menggunakan masker, hindari kerumunan, jaga jarak bila berkomukasi dan disiplin mencuci tangan sebelum beraktivitas. (um/foto: ist)