BANJARMASIN, banuapost.co.id– Harga bahan pokok di Pasar Antasari Banjarmasin, terutama gula pasir, melonjak.
Jika sebelumnya Rp 12.500 per kilogramnya, sejak Maret terus naik. Bahkan sudah menyentuh diharga Rp 21.000 per kilogramnya.
Pantauan banuapost,co.id, Kamis (2/4), kondisi harga salah satu komiditi yang selalu harus ada di rumah tersebut, baik sebagai penambah minuman dan masakan, terlbih lagi kue, sepertnya tidak ada tanda-tanda turun.
Pasalnya, selain pasokannya terbatas, juga karena ketersediannya di gudang Bulog, khususnya di Kalsel memamg ente alias tidak ada.
“Sejak Maret, harga gula sudah mulai pucak-puncaknya. Semula Rp 12.500 per kilogram, naik Rp 1.000. Kemudian beranjak menjadi Rp 3.000 hingga dengan harga Rp 21.000 per kilogram,” ujar satu pedagang sembako di Pasar Antasari.
Harga Rp 21.000, sambung pedagang yang wanti-wanti tak mau disebutkan naman itu, sudah tiga hari belakangan ibertahan di harga tersebut.
Tak ditampiknya, dengan harga Rp 21.000, berakibat terjadi penurunan daya beli hingga mencapai 90 persen. “Jika biasanya habis 10 karung “SElama dalam satu minggu, sekarang 1 atau 2 karung,” imbuhnya.
“Selama heboh menyebarnya virus korona ini saja terjadi sedikit kelangkaan, hingga harganya melonjak. Biasanya kenaikan bahan pokok itu terjadi menjelang Bulan Ramadhan. Itupun tidak signifikan juga,” katanya. (sia/foto: setiadi)