BOGOR, banuapost.co.id– Sebanyak 433 desa di Indonesia belum dialiri listrik. Untuk itu Presiden Joko Widodo meminta PLN memenuhi salah satu hajad hidup tersebut.
”433 desa yang belum berlistrik tersebar di 4 provinsi. Provinsi Papua 325 desa, Provinsi Papua Barat 102 desa, Provinsi NTT 5 desa dan Provinsi Maluku 1 desa,” jelas Presiden Joko Widodo.
Permintaan disampaikan Kepala Negara dalam rapat terbatas melalui konferensi video dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (3/4).
Sebelumnya presiden menyampaikan rasio elektrifikasi hingga 2020, telah mencapai 99,48 persen, meningkat siginifikan dari 2014 pada posisi 84 persen, dan telah melampaui target RPJMN untuk 2015/2019 sebesar 96 persen.
Dalam ratas itu, presiden menekankan empat hal, yaitu: Pertama, 433 desa yang belum berlistrik untuk diidentifikasi secara jelas desa mana yang berdekatan dengan desa yang telah berlistrik, desa mana yang jaraknya rumah antar penduduknya berjauhan dan mana yang berdekatan.
”Sehingga kita dapat menentukan strategi pendekatan teknologi yang tepat. Apakah dengan ekstensi jaringan listrik ataukah dengan pembangunan mini-grid, seperti micro-hydro, PLTD ataupun distribusi tabung listrik yang dilengkapi dengan stasiun pengisian energi listrik,” ujar presiden.
Kedua, siapkan anggaran, regulasi, dan kebijakan investasi yang diperlukan untuk mendukung program desa listrik ini.
Ketiga, peningkatan akses warga terutama warga miskin dalam mendapatkan listrik.
Keempat, program listrik untuk desa betul-betul memberikan nilai tambah bagi peningkatan produktivitas ekonomi di desa. Sehingga program desa berlistrik perlu ada sambungannya dengan program pemanfaatan listrik secara efisien dan produktif, terutama dalam pengembangan industri rumah tangga/industri rumahan.
”Dengan adanya listrik, kita harapkan anak-anak bisa belajar di malam hari dengan penerangan lampu yang cukup. Sehingga kualitas pendidikan kita juga semakin meningkat,” imbuh Kepala Negara.
Pada kesempatan tersebut, presiden juga menyebutkan data, electricity access population Indonesia berada di peringkat 95, masih tertinggal dari Malaysia peringkat 87, Vietnam peringkat 84, dan Singapura, Thailand, Tiongkok, Korea Selatan berada pada peringkat 2.
”Begitu juga dengan electricity supply quality, kita juga masih berada pada peringkat 54, (sementara) Filipina 53, Malaysia 38, Thailand 31, Tiongkok 18, Singapura di peringkat ke-2,” ucap presiden. (yb/bgla/foto: ist)