BANJARMASIN, banuapost.co.id – Operasi pencarian terhadap penumpang Kapal Virgo Transport 8 terkendala gelombang tinggi di lokasi diduga tenggelamnya kapal tersebut, untuk membantu pencarian petugas SAR juga mengerahkan helikopter.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin I Putu Sudayana mengatakan tingginya gelombang berdasarkan laporan KN SAR Laksamana yang mengatakan saat ini tinggi gelombang mencapai 2 meter sampai 2,5 meter. Hal ini menurut I Putu Sudayana sangat berisiko bagi tim SAR gabungan.
“Jadi sangat-sangat berisiko dan sangat riskan untuk kapal-kapal seperti kapal kami yang dimiliki Basarnas yang ukurannya 40 meter,” jelasnya.
Karena kondisi tersebut, tim SAR akan memprioritaskan pengerahan kapal-kapal berukuran lebih besar untuk mendukung pencarian di lapangan.
Meski menghadapi kondisi laut yang cukup berat, seluruh unsur SAR tetap berupaya menjalankan operasi secara maksimal.
“Kami upayakan semuanya semaksimal mungkin, apa pun akan kami laksanakan untuk melaksanakan operasi selanjutnya,” tegasnya.
Sementara itu, 38 orang yang dievakuasi TB TCP dan 49 orang yang dievakuasi MP Haida direncanakan dibawa menuju Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.
Dalam konferensi pers, I Putu Sudayana juga menanggapi video yang beredar di media sosial dan disebut-sebut memperlihatkan sejumlah jenazah yang diduga berkaitan dengan Virgo Transport 8.
Ia menegaskan, pihaknya belum dapat memastikan kebenaran video tersebut.
“Terkait dengan video-video yang beredar, belum bisa kami pastikan, karena kami harus dalami, kami harus validasi,” ujarnya.
Ia menegaskan informasi mengenai jumlah orang yang telah dievakuasi sudah melalui proses validasi.
“Yang jelas informasi yang kami dapatkan terkait dengan jumlah korban itu sudah kami validasi, totalnya adalah 103 orang,” katanya.
I Putu Sudayana juga meminta masyarakat dan media tidak menyebarluaskan video maupun informasi yang belum melalui proses verifikasi. Zkl/foto: Ist