TANJUNG, banuapost.co.id– Satu tambahan pasien positif terinfeksi virus korona asal Kabupaten Tabalong yang kini dalam penanganan RSUD Ulin, masuk dalam kluster Gowa.
“Pasien tersebut mempunyai riwayat perjalanan ke Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan, mengikuti ijtima ulama yang juga batal akibat pandemi Covid-19,” jelas Juru Bicara Tim Gugus Tugas Pencegahan, Pengendalian dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tabalong, dr Taufiqurrahman Hamdie, ketika diminta konfirmasinya, Ahad (5/4).
Kadinkes Tabalong ini tak menampik, jika di kabupatenya sudah tercatat ada dua pasien yang terinfeksi virus asal Provinsi Wuhan, Tiongkok ini.
“Sebagaimana data terakhir Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Kalsel, jumlah terkonfirmasi sebanyak 16 orang, dua di antaranya berasal dari Kabupaten Tabalong,” tandasnya.
Khusus untuk pasien kluster Gowa, lanjut Taufiq, beralamat di Muara Harus dengan jenis kelamin laki-laki berusia 74 tahun.
“Sebelumnya berstatus PDP, dan sudah menjalani isolasi di RSUD Ulin Banjarmasin,” imbuhnya.
Terkait warga Tabalong yang mengikuti Ijtima ulama di Gowa Sulsel, sambung taufiq, semuanya sudah mengikuti cek kesehatan dan juga mengikuti karantina mandiri.
“Dari 58 warga yang mengikuti kegiatan keagamaan itu, hanya satu yang positif. Sebagian besar sudah selesai menjalankan karantina mandiri dan sebagiannya lagi masih dalam masa karantina mandiri,” jelasnya.
Seiring dengan dua warga Tabalong yang terkonfirmasi positif, Taufiq meminta masyarakat agar tetap tenang dan tetap meningkatkan social dan physical distancing sebagai upaya memutus mata rantai pageblug Covid-19 ini.
“Peran serta masyarakat untuk melapor jika datang dari daerah dengan transmisi lokal dan melaporkan jika mengetahui pendatang yang masuk ke Tabalong dari daerah transmisi local, sangat dibutuhkan,” ujarnya.
Taufiq juga mengingatkan masyarakat yang berstatus ODP dan PDP dalam masa karantina, agar tetap menjalani karantina mandirinya secara disipilin. (sal/foto: ist)