SAMPIT. banuapost.co.id– Sedikitnya 10.550 hektare tanaman padi di lahan pertanian Kecamatan Teluk Sampit, Kotawaringin Timur (Kotim), mulai melakukan panen.
Luasan tanaman padi yang melaksanakan panen, tersebar di empat desa. Di antaranya Lampuyang, Kuin Permai, Parebok dan Basawang.
“Ada 10.550 hektare luasan lahan yang mulai panen. Desa Lampuyang 7.174 hektare, Kuin Permai 1.789 hektare, Parebok 1.540 hektare dan Basawang 47 hektare,” jelas Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Teluk Sampit, Rasijo, kemarin.
Sementara varetas yang ditanam, paling banyak dari jenis unggul lokal Siam Epang ada 90 persen. Sedang sisanya, varetas unggul nasional, Inpari 42, Situbagendit dan Nikongga sekitar 10 persen.
“Panen raya mulai pertengahan Mei sampai Juni. Dari hasil ubinan poktan yang diplot, perhitungan produksi rata-rata per hektare mencapai 5,9 ton Gabah Kering Panen (GKP),” jelas Rasijo.
Diakui Rasijo, panen tahun ini agak sedikit terlambat dibanding wilayah kecamatan lainnya. Karena wilayah tanam di 4 desa tak bersamaan, lantaran beberapa desa menungggu alat handtraktor akibat banyaknya jumlah petani yang memakai jasa bajak itu.
“Sehingga banyak para petani tertunda mengolah lahan, karena kurangnya fasilitas handtraktor,” imbuhnya.
Selin teknologi tersebut, sambung Rasijo, kesulitan petani juga karena luasan lahan per orangan petani tersebut. Sehingga tertunda pengolahan lahannya.
Bayangkan semangatnya satu orang petani memiliki luasan lahan tanam rata-rata 5 sampai 7 hektare. Sedang handtraktor saat musim bajak sawah, masih kekurangan. (um/foto: ist)