PELAIHARI, banuapost.co.id– Jika dihitung dengan kurun pilkada, setidaknya ada 10 kali pesta demokrasi telah berlangsung di Tanah Laut. Artinya paling tidak dalam setengah abad itu, ada 10 punggawa yang berkuasa di Bumi Tuntung Pandang tersebut.
Namun dari sembilan ‘bupati’ sebelumnya itu, kinerja mereka hanya melotot di tengah kehidupan Kota Pelaihari, yang notabene Ibu Kota Kabupaten Tanah Laut.
Sementara jauh dari tiang kelonongan atau tiang listrik sebagai salah satu gambaran masyarakat makmur, warga yang hidup dengan penerangan lampu templok, seperti bukan menjadi bagian masyarakat Tanah Laut.
Seperti itulah kira-kira yang dirasakan Ny Syamsiah (95) atau yang lebih dikenal dengan panggilan Nini Karamunting atau Nini Jakarta. Di ujung senjanya usia, dia sudah 50 tahun tinggal di gubuk yang sangat jauh dari kata layak.
Beruntung berkat dampak pandemi Covid-19, keberadaan Ny Syamsiah diketahui Tim PKK Tala yang beberapa hari sebelumnya membagi sembako di Desa Ujung, Kecamatan Bati Bati itu.
Tindak lanjut akan kondisi warganya yang seharusnya menjadi perhatian Dinas Sosial Tala itu, Bupati H Sukamta di dampingi Ketua TP PKK Hj Nurul Hikmah Sukamta, yang mengunjungi Ny Syamsiah, Senin (5/4), langsung memberikan bantuan berupa bedah rumah. Alhamdulillah!
Ny Syamsiah memang sangat layak dibantu. Tinggal seorang diri di gubuk dengan keadaan bangunan sudah lapuk, tidurnyapun hanya beralaskan kasur tipis dan selimut.
Tak hanya kasur tipis, bau tak sedap dari gubuk berukuran sekitar 3×2 meter yang bersebelahan dengan kandang ayam, rupanya mengusik Kamta, sapaan akrab Bupti Tala itu, untuk mengambil sikap.
Menurut Kamta, rumah untuk Ny Syamsiah dibangun dengan gotong royong bersama pihak terkait, termasuk dengan warga yang ikhlas lahannya untuk ditempati.
“Kita masih diskusikan ukurannya berapa. Kemungkinan berukuran 4×6 meter dan tentunya akan dibuatkan wc,” ujar Kamta.
Bantuan serta kegiatan bedah rumah ini, lanjut Kamta, merupakan bentuk kepedulian serta dharma bakti kepada masyarakat. Sekaligus juga untuk mendorong dan menumbuhkan kesadaran dan kepedulian warga terhadap kesulitan warga di sekitarnya.
“Pembangunan permanen ini dilakukan agar nini ini nanti dapat tinggal di rumah yang memang layak huni,” tandasnya.
Turut andil dalam kegiatan tersebut, Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Tala, H Syahrian Nurdin, Camat Bati Bati, Aan Norhuda, TP PKK Tala serta para relawan PMI Tala. (zkl/foto: ist)