SAMPIT. banuapost.co.id– Polsek Jaya Karya, Samuda, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan (MHS), rapat koordinasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Selasa (23/6).
Hadir, Camat MHS, Drs Syahrial, Kapolsek Jaya Karya, Ipda Doohan Octa Prasetya, perwakilan Koramil 1015-06, lurah dan kades se kecamatan setempat.
Menurut Ipda Doohan, rapat membahas analisa kejadian karhutla setiap tahunnya. Karena wilayah selatan Kotim ini, merupakan awal sering munculnya titik-titik api.
“Sebagai kecamatan yang terbilang rawan dengan jumlah titik-titik hot spot yang tinggi se Kotim, memasuki musim kemarau ini kita bersama menyatukan persepsi dengan gerak langkah pencegahannya,” katanya.
Selain menyatukan persepsi penanganan, sambung Ipda Doohan, juga membuat program tentang sosialisasi karhutla malam hari yang disingkat jadi sebutan ‘Sikarla’.
Program Sikarla berupa kegiatan yang dilakukan malam hari. Karena berdasarkan pengalaman yang telah lalu, pembakaran hutan dan lahan itu cenderung dengan cara yang praktis dan banyak dilakukan di malam hari.
Tujuan dari program Sikarla, petugas turun malam hari ketemu para petani, pekebun agar jangan mengolah tanah garapan dengan cara membakar.
“Program Sikarta ini juga akan disosialisasikan ke masing-masing desa, agar pemerintahan desa bersama warganya turut mendukung guna mencegah wilayahnya munculnya titik-titik api,” imbuh kapolsek. (um/foto: ist)