RANTAU, banuapost.co.id– Kodim 1010/Rantau menggelar komunikasi sosial (komsos) cegah tangkal radikalisme dan sparatisme di Aula Parikesit Makodim, Jumat (19/6).
Menurut Dandim Dandim 1010/Rantau, Letkol Inf Rio Neswan dalam komsos yang mengusung tema: “Merawat Kebhinekaan untuk Tangkal Radikalisme/Sparatisme dalam Bingkai NKRI”, cegah tangkal radikalisme hendaknya jangan hanya dijadikan sebagai rutinitas dan acara seremonial semata.
“Namun harus dimaknai sebagai perwujudan kita sebagai komponen bangsa, selalu waspada dan peka terhadap kemungkinan adanya faham radikal atau bahkan separatisme yang dapat muncul di sekitar kita,” tegasnya.
Terlebih lagi, lanjut dandim, saat ini dunia dilanda pandemi Covid-19 hingga ke wilayah Kodim 1010/Rantau. Karena itu hendaknya dapat berperan serta meningkatkan disiplin masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan guna memutus mata rantai penyebaranya.
Sementara Kepala Kantor Kementrian Agama Tapin, Drs H Mahrus, yang menjadi narasumber mengatakan, di musim seperti ini wajib mewaspadai kemungkinan timbulnya paham radikalisme atau sparatisme dengan cara memahami satu sama lain dan lingkungan sekitar.
Menyinggung soal dampak Covid-19, menurut Mahrus, banyak agama yang mematuhi anjuran pemerintah, Salah satunya beribadah dibatasi aturan supaya masyarakat dapat terlindungi dari virus tersebut.
“Beribadah harus dengan kearifan. Boleh ibadah, namun protokol kesehatan tidak boleh diabaikan,” jelasnya
Turut hadir dalam kegiatan, anggota Kodim 1010/Rantau dan Polres Tapin, BPBD, Satpol PP Tapin, serta tokoh agama. (yb/*/foto: ist)