KOTABARU, banuapost.co.id– Parahnya kondisi jalan lingkar Pulau Laut yang sudah bertahun-tahun, belum ada tanda-tanda jadi perhatian Pemkab Kotabaru. Padahal akses itulah menjadi satu-satunya menuju tiga desa.
Kondisi seperti ‘dianaktirikan’ inilah, membuat warga tiga desa, Labuan Mas, Tanjung Pengharapan dan Batu Tunau, mulai ‘bamamai’.
Seperti misalnya dari Desa Tanjung Pengharapan menuju Desa Batu Tunau atau sebaliknya, sudah tidak bisa dilewati kendaraan roda empat. Kecuali lewat jalan milik perusahaan perusahaan sawit.
Padahal, seperti sudah bukan rahasia umum lagi dikoarkan para pejabatanya, rusaknya jalan mempengaruhi geliat perekonomian masyarakat.
Bahkan kerugian tidak jarang ditanggung pengusaha setempat. Sebab hasil laut mereka, terlambat sampai ke penjualan.
Selain mempengaruhi perekonomian masyrakat, juga pernah terjadi seorang warga yang mengalami sakit parah, meninggal dunia di jalan sebelum sempat mendapatkan penanganan medis
Penyebabnya, ya karena terlambat sampai ke rumah sakit akibat kondisi jalan yang berkubang lumpur.
Rahman, warga Desa Labuan Mas, Kecamatan Pulau Laut Selatan, yang diminta konfirmasinya, Jumat (3/7), membenarkan adanya insiden luar biasa yang pernah terjadi.
“Dulu pernah terjadi seorang warga yang mengalami sakit parah meninggal di jalan, sebelum sampai ke Rumah Sakit Kotabaru, “ujar Rahman.
Sementara Supiani, Kepala Desa Batu Tunau, Kecamatan Pulau Laut Timur, berharap secepatnya ada perhatian dari dari pemerintah daerah untuk melakukan perbaikan jalan.
“Kalau memang tidak ada pelaksanaan proyek, walau sebelumnya sudah dianggarkan, pemerintah daerah bisa meminta dan mendesak untuk memerintahkan kepada perusahaan sawit sekitar agar memperbaiki. Paling tidak pengerasan jalan,” katanya. (her/foto: ist)