JAKARTA, banuapost.co.id– Sebanyak 1.209 kasus baru positif terenfeksi virus korona ditemukan di 23 provinsi sepanjang Senin (6/7) hingga pukul 12:00 WIB. Dengan tambahan sejumlah itu, Covid-19 Indonesia terakumulasi menjadi 64.958 orang.
Meski demikian, menurut juru bicara pemerintah terkait penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, dalam jumpa pers yang disiarkan langsung kanal YouTube BNPB, Senin (6/7) sore, jumlah pasien sembuh bertambah 814, hingga menjadi 29.919.
“Sedang jumlah pasien meninggal dunia, tercatat sebanyak 3.241 kasus, setelah ada penambahan sebanyak 70 orang,” ujar Yuri, sapaan Dirjen Pemberantasan Penyakit Kemenkes RI itu.
Sebelumnya, Ahad (5/7), jumlah akumulatif kasus positif berada di angka 63.749, dengan 29.105 di antaranya sembuh, dan 3.171 meninggal.
Sementara mengutip data situs covid19.go.id, 11 provinsi yang melaporkan tidak adanya kasus baru: Aceh, Bengkulu, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, Sulawesi Barat dan Nusa Tenggara Timur.
Sedang sebaran 1.209 kasus baru di 23 provinsi: Jawa Timur: 308, DKI Jakarta: 232, Jawa Tengah: 127, Jawa Barat: 126 dan Sulawesi Selatan: 84, Sumatera Selatan: 71, Kalimantan Selatan: 64, Bali: 51, Nusa Tenggara Barat: 32 kasus.
Kemudian Sumatera Utara: 20, Kalimantan Timur: 13, Banten: 12, Maluku: 10, Papua Barat: 10, Sulawesi Utara: 10, DI Yogyakarta: 8, Kalimantan Tengah: 8, Bangka Belitung: 6, Lampung: 6, Papua: 6, Gorontalo: 2, Sulawesi Tenggara: 2 dan Riau: 1 kasus.
Sementara data orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) virus korona, ada 38.748 yang diawasi dan 13.360 yang dipantau.

“Kita masih lakukan pemantauan orang yang ditengarai pernah melakukan kontak dekat dengan kasus positif sebanyak 38.748 orang selama 14 hari. Diharapkan kalau akan menjadi sumber penularan dari testing agresif, kita bisa isolasi dengan cepat,” kata Yuri.
Yuri memprediksi masih akan banyak temuan kasus positif seiring dengan semakin agresifnya tracing dilakukan. Untuk itu, masyarakat diminta untuk waspada.
“Disiplin mematuhi protokol kesehatan, harus kita kuatkan. Sudah waktunya untuk saling ingatkan, sudah waktunya berupaya saling melindungi agar pemutusan rantai bisa dilaksanakan dengan efektif,” tandasnya. (yb/ilus: gopal)