BANJARMASIN, banuapost.co.id– Entah karena sibuk persiapan pilkada, Desember mendatang. Atau karena konsentrasi dalam penanggulangan Covid-19 yang juga melanda. Sehingga untuk usia Proklamasi Kemerdekaan RI, sampai-sampai para petinggi Kabupaten Banjar lupa.
Jika dari Sabang sampai Papua pada 17 Agustus 2020, usia hari paling bersejarah bagi bangsa dan negara Indonesia ke-75 tahun. Sebaliknya di Kota Martapura, Kabupaten Banjar, mentereng ikut nebeng di tiang lampu penerangan jalan umum (JPU), justru berusia ke-74 tahun.
Hebatnya lagi sang baleho yang nebeng di tiang berwarna hijau muda PJU di kawasan jalan protokol, A Yani itu, tertulis jelas: DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA 74 TH SDM Unggul Indonesia Maju.
Yudi Ridarto yang mengabadikan baleho itu, Senin (17/8), juga mengaku heran. Pasalnya, hal kecil usia kemerdekaan bangsa dan negara, masih juga salah.
“Nasionalisme petinggi di Kabupaten Banjar ini perlu menjadi pertanyaan sampai-sampai usia kemerdekaan negerinya sendiri belepotan salah seperti itu,” ucap pria yang belum lama ini memasuki purna tugas di salah satu institusi keamanan itu.
Emosionalnya seorang Yudi sangat wajar mengingat generasi sekarang ini merupakan orang-orang yang mengisi kemerdekaan. Bukan generasi yang ikut berjuang ketika bangsa dijajah.
“Padahal untuk merdekanya bangsa dan negara ini bukan karena hadiah, apalagi minta. Tapi dengan tetesan darah, derai air mata, harta benda dan nyawa,” katanya.
Tapi apa setelah kemerdekaan dinikmati, lanjut Yudi dengan nada tanya. “Urusan usia yang begitu sepele saja sudah salah. Seperti bangga lagi hingga dipajang di tengah jalan,” jawabnya dengan nada tinggi. (yb/foto: ist)