BATULICIN, banuapost.co.id– Ngakunya kenal hanya melalui media sosial, facebook, seorang wanita asal Batulicin, Tanah Bumbu, ludes kena tipu Rp 1,3 miliar.
Dengan rupiah sebanyak itu, tentu EW bukan wanita sembarangan. Paling tidak dari keluarga yang rupiahnya lebih banyak lagi dari yang ludes.
Namun ada apa dengan EW hingga begitu mudah kena tipu daya pria yang ngaku anggota Polri. Beralibi tugas di seberang pulau pula, hingga ho’oh saja mentranfer duit sebanyak itu. Atau karena oh-oh.
Kasus penipuan dan pemerasan yang dialami EW ini, sudah diungkap jajaran Polres Tanah Bumbu, berikut dengan meringkus empat pelakunya asal Lampung, belum lama ini.
Menurut Kapolres Tanbu, AKBP Sugianto Marweki dalam gelar kasus dengan awak media, Rabu (19/8), bermula perkenalan EW dengan Sus (36), lewat facebook, September 2019.
Maklum yang namanya facebook dengan fasilitas dawai, hanya bisa lihat foto doang. Kalau mau yang bergerak, ya video call.
Rupanya kepincut dengan tutur kata dan pengakuan sebagai anggota Polri, EW pun kian tertarik menjalin perkenalan lebih nempel lagi. Sehingga sering berkomunikasi. Kalau ngak Sus yang menghubungi, ya EW ketika kangen lagi tiba.
Kian kelepek-kelepek dengan rayuan, EW sampai-sampai ikut membantu ketika Sus mengaku tengah kerusakan mobil dengan mentranfer Rp 1 juta.
Kesosialan ini dimanfaatkan Sus sebaik mungkin dengan menjadikannya sebagai Automatic Teller Machine alias Anjungan Tunai Mandiri (ATM) , hingga EW pun kian teler dan teler.
Bersekongkol dengan tiga rekannya yang juga asal Lampung, aksi pemerasan pun mulai dilancarkan. Kalau tidak Sus, ya YP (23), SA (24) dan A (26) yang ngancam.
“Bahkan Sus tak jarang menebar ancaman akan melakukan kekerasan apabila korban tidak menuruti perintah mentransfer sejumlah uang,” jelas kapolres yang di dampingi Kasatreskrim AKP Andi M Iqbal.
Setelah sekian bulan jadi ATM-nya Sus dan komplotannya, EW pun akhirnya memberanikan diri melapor ke Polres Tanbu.
Menerima laporan, Satreskrim Polres Tanbu melakukan penyelidikan hingga harus melakukan koordinasi dengan jajaran Polres Metro Lampung dan Polres Lampung Utara.
Berkat kerja bareng, akhirnya komplotan penipu ini ditangkap. “Ke empat pelaku langsung kita bawa ke Mapolres Tanbu untuk proses dan pengembangan kasusnya, karena disinyalir tidak hanya EW yang jadi korbannya,” imbuh AKBP Sugianto Marweki. (jack/foto: ist)