PELAIHARI, Banuapost.co.id- Musibah kecelakaan lalu lintas merenggut korban jiwa terjadi di kawasan Jalan Ahmad Yani, Desa Ambunga, Kecamatan Pelaihari, Selasa (12/5/2026). Pasangan suami isteri (pasutri) pengendara motor tewas di tempat kejadian. Motor yang mereka bawa terseret ikut terperosok ke sisi jalan.
Kecelakaan maut ini terjadi pada Selasa (12/5/2026) sekitar pukul 22.30 Wita antara trailer nomor polisi BK 8329 XH yang dikemudikan Muh Naim datang dari arah Banjarmasin dengan Yamaha Aerox nomor polisi DA 2784 LAD yang dinaiki pasutri Dar dan Mul datang dari arah Pelaihari.
Berdasarkan keterangan yang dihimput Satlantas Polres Tala musibah yang merenggut pasutri warga Desa Sungai Jelai itu terjadi akibat trailer yang dikemudikan MN tiba-tiba oleng ke kanan, pada saat bersamaan meluncur motor korban yang datang dari arah berlawanan.
Kapolres Tala, AKBP Ricky Boy Siallagan, melalui Kasatlantasnya, Iptu Aditya Rizki Ridhotomo, membenarkan adanya kecelakaan lalu lintas yang merenggut dua korban. Musibah ini diduga akibat trailer yang dikemudikan MH kehilangan kendali akibat tie rod (penghubung kemudi dengan ban) terlepas.
“Karena jarak yang sudah terlalu dekat, tabrakan tidak dapat dihindari. Benturan keras menyebabkan kedua kendaraan masuk ke dalam jurang dan membentur tiang listrik di sekitar lokasi kejadian” ujar Kasatlantas saat dikonfirmasi Rabu (13/5/2026).
Kasat Lantas menambahkan, akibat kecelakaan tersebut, pengendara sepeda motor Sdr. DR mengalami luka berat berupa remuk pada bagian kepala serta luka parah pada bagian kaki. Sementara Sdri. ML mengalami luka remuk pada bagian kaki dan pendarahan di bagian kepala. Kedua korban dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP).
“Petugas Sat Lantas Polres Tanah Laut yang menerima laporan segera mendatangi lokasi guna melakukan olah tempat kejadian perkara, mengamankan barang bukti, serta mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian” Tambahnya.
Anang Rani, warga Desa Ambungan yang rumahnya tidak jauh dari lokasi kejadian mengaku sempat mendengar suara benturan hebat dan diiringi dengan padamnya listrik. Menurut Anang Rani ia langsung bergegas keluar dan dengan penerangan seadanya melihat trailer yang terperosok di sisi jalan.
“Begitu terdengar benturan, listrik langsung padam, saya keluar rumah dan melihat ada trailer yang terperosok di sisi jalan,” kata Anang Rani.
Saat itu menurut Anang Rani ia dan warga lainnya yang melihat di tempat kejadian milihat dua jasad di pinggir jalan, sedangkan supir trailer masih berada di kabin dengan keadaan terjepit.
Sementara itu Muhammad Naim supir trailer yang saat ini masih dimintai keterangannya di Satlantas Polres Tala mengatakan trailer yang dikemudikannya tiba-tiba hilang kendali saat berada di lokasi kejadian, trailer langsung menyelonong ke kanan jalan dan terperosok ke sisi jalan dan terhenti setelah menghantam dua tiang listrik.
“Stir tiba-tiba tidak berfungsi dan mobil langsung mengarah ke kanan jalan, sehingga tidak dapat terhindar dari tabrakan dengan motor yang datang dari arah berlawanan,” kata M Naim.
Meski sempat terjepit di dalam kabin sekitar dua jam, Naim hanya menderita lecet di bagian pergelangan kaki.
Mennurut supir yang masih bujangan itu, rencananya ia mengantar cairan berupa oli itu ke sebuah perusahaan di Tarjun, Kabupaten Kotabaru.
Peristiwa kecelakaan tersebut kini dalam penanganan Satlantas Polres Tanah Laut untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti terjadinya kecelakaan. (zkl/foto: zul)