PELAIHARI, Banuapost.co.id- Direktur RSUD Hadji Boedjasin Pelaihari, dokter Budi Ruhiyat, mengatakan, pelayanan Keluarga Berencana (KB) Metode Operasi Pria (MOP) atau yang dikenal dengan vasektomi sampai saat ini masih belum diminati kaum pria.
Hal ini disampaikan Direktur RSUD Hadji Boedjasin Budi Ruhiyat usai mendamping Ketua Tim Pembina (TP) Posyandu Tala, Hj Dian Rahmat Trianto. menghadari pelayanan KB Metode Operasi Wanita (MOW) dan Metode Operasi Pria (MOP) di RSUD Hadji Boedjasin Pelaihari, Senin (27/4/2026).
Minimnya perserta MOP ini terlihat dari jumlah peserta yang ikut pelayanan KB, berdasarkan data dari Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Tala. Maria Ulfah, dari 20 perserta hanya terdapat dua orang pria.
Menurut dokter Budi Ruhiyat. MOP atau vasektomi bagi kaum pria merupakan pilihan sulit yang harus mereka pertimbangkan, mengingat kalau sudah mengikuti program KB jangka panjang itu pria tidak lagi dapat memberikan keturunan. Kalau pun masih dapat, memerlukan biaya tinggi dan biaya pribadi, dengan hasil yang tidak seratus persen berhasil.
“Program KB MOP atau vasektomi ini merupakan pilihan sulit bagi pria, karena kalau sudah mengikuti program KB MOP ini pria sudah tidak dapat membuahi lagi,” kata dokter Budi.
Namun demikian dijelaskan oleh Direktur RSHB vasektomi atau metode operasi pria tidak mempengaruhi fungsi seksual, libido maupun ereksi.
Perlu diketahui air mani (semen) dan sperma itu berbeda, air mani adalah cairan kental yang keluar saat ejakulasi, sedangkan sperma adal sel reproduksi mikroskopis (bentuknya seperti kecebong) yang terkandung dalam sel tersebut. Sperma bertugas membuahi sel telur, sementara air mani berperan sebagai media transportasi dan nutrisi bagi sperma.
Sementara itu pelayanan KB MOW dan MOP di RSUD Hadji Boedjasin sudah beberapa kali dilaksanakan dan merupakan program kolaborasi DP3AP2KB dengan RSUD Hadji Boedjasin.
“Pelayanan KB seperti ini sudah rutin dilakukan setiap tahun, dan tahun ini jumlahnya cukup banyak, sebelumnya hanya berkisar dari 5 sampai 10 orang,” kata dokter Budi Ruhiyat.
Untuk melaksanakan pelayanan KB MOW dan MOP ini pihak rumah sakit sudah menyiapkannnya jauh-jauh hari, untuk kenyamanan para pengguna kedua metode tersebut.
Pelayanan KB MOW dan MOP ini dihadiri Ketua TP Posyandu Tala Hj Dian Rahmat Trianto, Ketua GOW Tala Hj Wiwie Zazuli dan Kepala DP3AP2KB Tala Maria Ulfah. (zkl/foto: Ist)