BANDUNG, banuapost.co.id– Presiden Joko Widodo meninjau kesiapan dan fasilitas produksi vaksin dan antisera Bio Farma di Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (11/8).
Kemampuan perusahaan milik BUMN sebagai produsen vaksin, diakui dunia dengan produk-produknya telah menjangkau lebih dari 140 negara.
“Ini menunjukkan, negara kita mampu memproduksi vaksin sejak lama. Bio Farma berdiri setelah 1890, sudah lebih dari 100 tahun yang lalu,” ujar presiden selepas peninjauan di fasilitas produksi.
Bio Farma sendiri akan segera memproduksi vaksin Covid-19 untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, apabila nantinya vaksin tersebut telah ditemukan dan telah teruji secara klinis.
Saat ini, tim uji klinis dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran tengah melakukan uji tahap ketiga terhadap bakal calon vaksin Covid-19. Setelah uji klinis tersebut dilakukan dan vaksin yang sedang dikembangkan dinyatakan siap digunakan, maka selanjutnya Bio Farma akan memproduksi sendiri vaksin tersebut dalam jumlah besar.
“Saya kira dengan kemampuan dan pengalaman yang ada, kita ingin produksi vaksin Covid ini segera bisa dilakukan,” kata presiden.
Sebelumnya, dalam pertemuan di Istana Merdeka pada 21 Juli lalu, Kepala Negara menugaskan Bio Farma untuk memastikan kapasitas produksinya dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri saat vaksin Covid-19 ditemukan.
Saat ini, kapasitas produksi Bio Farma sanggup memproduksi vaksin dalam jumlah 100 juta dosis per tahun dan tengah dikembangkan lebih lanjut. Sehingga pada akhir tahun nanti, mampu meningkatkan kapasitasnya hingga mencapai 250 juta dosis vaksin per tahun.
Mendampingi presiden dalam peninjauan, Menteri BUMN, Erick Thohir, Seskab Pramono Anung, Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Doni Monardo dan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. (yb/din/foto:kris)