BANJARMASIN, banuapost.co.id– Diberi kepercayaan memimpin Federasi Karate Tradisional Indonesia (FKTI) Kalsel, Ibnu Sina dianugerah sabuk hitam kehormatan DAN IV.
Bukan tanpa alasan anugerah diberikan. Selama ini Wali Kota Banjarmasin itu, dinilai memiliki perhatian besar terhadap pembinaan cabang olahraga beladiri tersebut.
Penghargaan serupa juga diberikan kepada Totok Agus Daryanto, Kadisdik Kota Banjarmasin, dan Kadispora Taufik Rifani, Sabtu (5/9) malam. Sedang untuk pengukuhan kepengurusan FKTI Kalsel, berlangsung di Balai Kota, Minggu (6/9).
Ketua Umum FKTI, Prof Zudan Arif Fakrulloh, sangat mengapresiasi Wali Kota Banjarmasin yang terus mendukung pembinaan olahraga karate.
Apalagi selama ini Banjarmasin termasuk gudangnya atlet karateka berprestasi dunia. Karena itulah tidak salah jika FKTI Korda Kalsel dipimpin Ibnu Sina akan terus menorehkan prestasi dan melahirkan kembali Fauzan (Juara Dunia Karate Tradisional 2017) dan Mustafa (Juara Dunia Karate Tradisional 2013).
Prestasi terbaru, karateka Kalsel menyabet gelar Juara Umum Kejuaraan Nasional Virtual Federasi Karate Tradisional Indonesia (FKTI) 2020.
“Kalsel ini gudangnya atlet karate dunia, Tahun 2013 karateka Mustafa menjadi juara dunia. Disusul Fauzan (kini jadi anggota TNI di Bandung) juara dunia karate di tahun 2017,” ujar Prof Zudan yang juga Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri.
Sementara Ibnu Sina mengaku siap mengemban amanah besar yang diberikan, menjadikan karateka Kalsel terus berprestasi.
“Ini merupakan amanah besar. Karena Ketua Umum memberikan amanah, Kalsel gudangnya atlet-atlet FKTI yang berprestasi tingkat dunia. Oleh sebab itu, bibit-bibit unggul sejak usia dini itu menjadi perhatian kita,” ujar Ibnu Sina di dampingi Ketua Harian FKTI Korda Kalsel, Mustafa. (oie/*/foto: ist)