SAMPIT, banuapost.co.id– Jalan pedesaan di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang selama ini dikeluhkan masyarakatnya, menjadi sorotan kandidat Bupati Bumi Habaring Hurung, H Rudini.
Bahkan soal infrastruktur di pedesaan ini, dijanjikan paslon yang mengusung jargon: ‘Kotim Bercahaya’ akan dibangun agar berimbas pada perekonomian dan kesejahteraan masyarakatnya.
Janji pembenahan jalan ini dikemukakan putra mantan Bupati Seruyan dua periode, H Darwan Ali (alm), ketika kampanye dialogis, sekaligus silaturahmi ke salah satu rumah warga di Desa Hanaut, Kecamatan Hanaut, Selasa (27/10) sore.
“Jika diberi amanah masyarakat Kotim sebagai bupati, akan fokus membangung jalan pedesaan,” tegas calon milenial yang berpasangan dengan mantan Kepala Kantor Kementerian Agama Kotim, H Syamsuddin.
Sebab dengan bagusnya jalan pedesaan, sambung H Rudini, para petani akan lebih mudah mengangkut hasil kebun dan pertaniannya ke kota.
“Terlebih lagi dengan APDD Kotim yang Rp 1,9 triliun. Seharusnya pembangunan infrastruktur, khususnya jalan di pedesaan dapat dilakukan. Namun kenyataannya, hal tersebut tidak terjadi selama ini,” ujarnya.
Bahkan Rudini dan pasangannya Syamsuddin yang diusung tiga parpol pemilik kursi di DPRD Kotim, PAN, PKS dan Hanura, minta masyarakat selalu ingat jika terpilih dalam kontestasi 9 Desember mendatang, keduanya siap menjadi pelayan.
“Bukan sebaliknya sebagai pejabat yang selalu minta dilayani oleh masyarakat,” imbuhnya.
Mejelaskan soal jargon yang diusungnya terkesan unik: ”Kotim Bercahaya”, menurut Rudini, memiliki makna Berkeadilan, Cerdas, Aman, Religius, Sejahtera dan Berbudaya.
“Jargon ini merupakan masukan dari para ulama dan habaib di Kotawringin Timur yang menginginkan Kotim menjadi kota yang religius dan tanpa membeda-bedakan suku serta agama,” paparnya. (yb/ded/foto: dean)