BANJARMASIN, banuapost.co.id– Bank Kalsel siap jika dipercaya pemerintah pusat menyalurkan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) akibat pandemi Covid-19.
Kesiapan menyaluran dana tersebut, seiring dengan strategi Bank Kalsel berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam peningkatan ekonomi.
“Ini menjadi salah satu yang saya harapkan, Pak Airlangga (Menko Perekonomian) bisa memberikan motivasi kepada Direktorat Perbendaharaan Negara. Kami sudah mengajukannya agar bisa membantu perekonomian di Kalsell dengan PEN, dan kami telah siap dengan pipeline-nya,” ujar Direktur Utama Bank Kalsel, Agus Syabarrudin.
Bersama pemerintah daerah, sambung Agus, Bank Kalsel terus mengoptimalkan sektor yang saat ini masih tumbuh dan menjadi penyangga ekonomi utama di Kalsel.
Saat ini, menurut Agus, program ketahanan pangan yang tengah berkembang, dan telah disusun skema bisnis dari hulu ke hilir. Sehingga pertanian bisa secara optimal mendukung pergerakan ekonomi.
Dijelaskan Agus, sejak pertama OJK mengeluarkan aturan mengenai PEN, Bank Kalsel langsung mengajukan kepada Kementerian Keuangan sebesar Rp 500 miliar.
BPD (Bank Pembangunan Daerah), imbuh Agus, memiliki stigma hanya menggarap kredit konsumtif dari ASN. Sementara portofolio kredit Bank Kalsel, hampir 50 persen berada di sektor produktif.
Bahkan Bank Kalsel telah memiliki banyak pembelajaran untuk penyaluran ke sektor produktif. Dengan demikian, optimis Bank Kalsel telah siap menjadi bank yang menyalurkan kredit produktif dengan kualitas terbaik.
“Kami harap dari direktorat perbendaharaan negara mempertimbangkannya. Penyaluran dana PEN jika kami diberikan Rp 500 miliar, Insyaallah akan disalurkan secepatnya untuk kebangkitan ekonomi Kalsel dan nasional,” tandasnya. (yb/*/ilust: ist)