BANJARBARU, banuapost.co.id– Pelatihan fasilitas gender Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Kalsel yang berlangsung sejak Senin (9/11), ditutup Kepala BPSDMD Kalsel, Nisfuania, Jumat (13/11).
Dalam sambutan Plt gubernur yang dibacakan Nisfuani di Aula Kampus I BPSDMD Kalsel, Banjarbaru, pelatihan merupakan salah satu upaya untuk mengintergrasikan gender ke dalam perencanaan pemerintahan.
“Pelaksanaan pengarusutamaan gender atau PUG yang sudah berlangsung 2 dekade sejak diterbitkannya intruksi Presiden No: 9/2000, masih memerlukan upaya ekstra. Karena beberapa perangkat daerah, masih belum mengintergrasikan PUG dalam perencanaannya,” ujarnya
Kondisi ini karema masih minimnya pemahaman akan gender atau SDM yang mau dan mampu mengintegrasikan PUG ke dalam perencanaannya.
“Inilah pentingnya pelatihan fasilitasi gender untuk diikuti dan dipedomani, ketika kembali ke instansi masing-masing. Pengarusutamaan gender ini merupakan strategi yang harus diintegrasikan dari hulu ke hilir,” ucap Nisfuania.
Gender merupakan masalah lintas sektoral yang tidak cukup jika hanya ditopang ketersediaan kebijakan atau komitmen. Namun perlu adanya SDM yang memang memahami PUG.
Tersedianya Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender (PPRG), juga jadi bagian penting dalam mewujudkan pembangunan daerah, khusus pembangunan dan pengarusutamaan gender.
Menurut data indeks pembangunan, gender di Kalsek masih berada dibawah rata-rata nasional. Karena itu perjalanan untuk mengaitkan isu gender dalam pembangunan, masih harus dilakukan.
“Kondisi ini wajib menjadi perhatian kita bersama agar dalam perencanaan dan penganggaran dapat dilakukan. Jangan beranggapan ini merupakan beban dalam melakukan perencanaan dan penganggaran,” imbuhnya.
Melalui PPRG, seluruh komponen masyarakat yang menjadi sasaran pembangunan, dapat memperoleh akses berpartisipasi, sampai akhirnya dapat menikmati manfaat dari hasil pembangunan tersebut. Strategi ini akan mempermudah dalam menentukan target dan sasaran dari kegiatan yang dilakukan.
Ipu, sapaan akrab mantan penghuni Asrama Mahasiswa Kalsel Lambung Mangkurat, Jakarta ini, berharap setelah adanya pelatihan ini tumbuh pemahaman dan pengetahuan yang lebih komprehensif dalam pelaksanaan PUG dan Penyusunan PPRG.
“Sehingga kita bisa lebih banyak lagi melakukan aksi nyata dalam mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender di berbagai sektor kehidupan,” pungkasnya. (oie/foto: ist)