BATULICIN, banuapost.co.id– Kegiatan keagamaan Tanah Bumbu Berdoa, dapat menjadi contoh dalam pesta rakyat lima tahunan, termasuk Pilpres 2024 mendatang. Selain harapannya berjalan lancar, kesatuan dan persatuan pun tidak terbelah hanya gara-gara politik praktis.
Tanbu Berdoa yang digelar secara serentak di 1.300 Rukun Tetangga (RT) se kabupaten dengan slogan Bumi Bersujud, Kamis (12/11) malam, setidaknya menunjukkan kedewasaan dalam berpolitik.
Padahal, di tengah suasana ‘panas’ seiring dengan politik negatif tersebar di media sosial yang menerjang, dan saling klaim ‘berhasil’ di antara masing-masing paslon.
Kegiatan ini pun digelar tak hanya diikuti kaum Muslimin yang notabene mayoritas, penganut agama lainnya.seperti Kristen, Hindu, Budha, dan Konghucu, turut mengkhidmatkan prosesi yang mulai digelar pukul 18:30 Wita, atau ba’da Maghrib.
Sebagaimana terpantau banuapost.co.id, sebagian besar doa bersama digelar di kediaman warga dan tokoh masyarakat. Seperti di Kelurahan Kampung Baru Jl Pelita 1 RT 04 ini, doa dipimpin Ustadz M Hidayatullah Ali atau dikenal dengan sapaan Ustadz Petir.
Kemudian di Gg Tukang RT 09 Desa Bersujud, Kecamatan Simpang Empat, warga setempat memenuhi rumah tokoh masyarakat, Sunarto. Mulai salat berjamaah, pengajian hingga doa bersama dipanjatkan.
“Dalam doa kami memohon kepada Yang Maha Kuasa agar masyarakat Tanah Bumbu tetap bersatu dan tidak terpecah belah, walau pun berbeda pilihan dalam pilkada,” kata Sunarto, usai acara.
Sementara di kediaman Asmanita, warga RT 12 Kelurahan Batulicin, kecamatan Batulicin, momentum ini menjadi ajang silaturahim antar warga yang beragam pandangan politik.
Kebersamaan dan kehangat sangat terasa, karena diikat sebuah pesan kekhusyuan doa yang mereka baca bersama dipimpin tokoh agama setempat.
Demikian juga di kediaman Hj Lili Marlina, warga RT 06 Kelurahan Batulicin. Doa bersama dirangkai pembacaan ratib, dipimpin sang suami, Habib Abdurrahman Alaydrus.
Dalam doanya, Pengasuh Majelis Syamsi Syumus Tanah Bumbu, menyampaikan pesan kedamaian, kebaikan dan keberkahan di Bumi Bersujud, baik selama pilkada berlangsung hingga ke depannya.
Terpisah, di RT 3 Desa Pakkatellu, Kecamatan Kusan Hilir, 50 warga tampak khusyu menadahkan tangan sembari berdoa memohon kepada Yang Maha Kuasa agar pilkada damai bisa terselenggara tanpa harus terpecah belah dan tetap saling menyapa walau berbeda pilihan.
Sementara di RT 11 Desa Maju Sejahtera, Kecamatan Karang Bintang, khususnya di kediaman I Kadek Suwastika, beserta warga setempat yang mayoritas pemeluk Agama Hindu, menggelar doa bersama dengan cara mereka.
“Semoga hajat besar masyarakat Kabupaten Tanah Bumbu pada 9 Desember nanti, dapat berlangsung dengan aman dan damai,” ujar tuan rumah, I Kadek Suwastika.
Sedang warga RT 22 Desa Manunggal, Kecamatan Karang Bintang, yang mayoritas Muslim mengisi Tanbu Berdoa selain salat berjamaah, juga tahlil dan doa-doa dipusatkan di rumah tokoh setempat, Kasyono.
Tak mau ketinggalan, Jemaat Nasrani di desa Banyuwangi, Kecamatan Simpang Empat, pun demikian. Panjatkan doa kedamaian masyarakat Tanah Bumbu tercinta, di tengah tingginya tensi politik menjelang hari pencoblosan.
Kekhusyuan masyarakat dalam ritual kepercayaan masing-masing agama ini, diinisiasi relawan paslon Bupati dan Wakil Bupati Tanah Bumbu nomor urut 03, dr HM Zairullah Azhar-HM Rusli (ZR).
Imbauan Zairullah
Bahkan kegiatan yang sebelumnya tak pernah terjadi di kabupaten/kota di nusantara ini, menindaklanjuti surat tangan dr HM Zairullah Azhar, 10 November lalu setelah menyikapi kondisi perpolitikan kekinian di Tanah Bumbu.
Dalam tulisan di surat tersebut, tertuang imbauan yang ditujukan kepada pendukungnya, agar melaksanakan doa bersama, dengan harapan pesta demokrasi yang berproses saat ini berjalan sukses, aman, damai dan lancar.
Imbauan itu pun langsung direspon relawan ZR dengan gelaran Tanbu Berdoa, yang akhirnya bisa berjalan sesuai harapan. Secara keseluruhan, kegiatan doa bersama di 1.300 RT ini tak ditemukan. Bahkan masyarakat yang hadir antusias, karena memiliki harapan yang sama.
Sebelumnya, Panglima Dozer Relawan ZR, Rully Rozano dalam jumpa pers di Gedung Posko Induk Pemenangan ZR, Rabu (11/11) malam, mengatakan, kegiatan Tanbu Berdoa ini instruksi Ayahanda Zairullah sebagai upaya memadamkan sumbu politik dalam bentuk gelar doa bersama. (emy/jack/foto: ist)