BANJARMASIN, banuapost.co.id– Persentase suara formulir model C hasil-KWK di laman sirekap KPU, dari TPS Kabupaten Banjar sudah 34,17 persen. Selisih suara pun cukup siginifikan, yaitu 59.438 milik paslon 1 berbanding 35.202 untuk paslon 2.
Sementara di 5.069 TPS dari 9.069 TPS di 13 kabupaten/kota, hingga pukul 19.02 Wita, Sabtu (12/12), suara yang masuk sudah 55,89 persen.
Sedang di Batola sudah mencapai 67,20 persen. Kubu petahana sementara mendapatkan suara 45.294 berbanding 28.053 milik penantang.
Secara perlahan, selisih suara Pilgub Kalsel semakin menipis. Sebelumnya, persentase suara Sahbirin Noor-Muhidin (BirinMu) berada di angka 48 koma sekian. Seiring masuknya suara Kabupaten Banjar dan Batola, suara paslon No 1 merangkak ke angka 49,2 persen.
Menurut pengamat politik Fisip Universitas Lambung Mangkurat, Setia Budi, cukup menarik melihat dinamika Pilgub Kalsel 2020. Karena menampilkan kontestasi demokrasi yang sangat baik.
Sesudah pemilihan terjadi zona dukungan petahana yang tidak bergeser dari pilgub sebelumnya. Karena pembangunan di daerah itu terjadi perubahan signifikan.
“Di mana petahana mendapat dukungan kuat di situ terjadi pembangunan signifikan. Katakanlah Barito Kuala yang mana saat ini perolehan suara cukup jauh antara petahana dengan penantang,” jelas Budi.
Sejak 2015, sambung Budi, Golkar selalu unggul dan masyarakat tetap mempertahankan pilihannya terhadap calon gubernur.
Begitu pun di Kabupaten Banjar di mana saat ini juga menjadi lumbung suara petahana. Karena pembangunan di sana cukup signifikan. Tapin juga demikian. Saat ini menjadi penyumbang suara yang signifikan bagi petahana.
“Oleh sebab itu secara umum, petahana unggul di beberapa daerah,” tandasnya.
Ditegaskan Budi, peluang petahana untuk menang terbuka jika jarak selisih di lumbung suara terlalu jauh. Meski kalah di daerah lainnya, jika menang dengan selisih banyak di basis pemilih yang besar, maka sangat mungkin hasil akhir memenangkan petahana.
“Namun demikian kita tuggu hasil akhirnya. Saya belum berani menyimpulkan. Tapi peluang petahana terbuka jika melihat perolehan di daerah dengan basis suara yang tinggi. Saat ini dinamika suara terus bergerak,” pungkasnya. (emy/foto: ist)