PELAIHARI, banuapost.co.id– Sedikitnya 350 rumah di Desa Benua Raya, Kecamatan Bati-Bati, tergenang luapan sungai. Bahkan luberan, juga menggenangi ruas Trans Kalimantan.
Sebanyak enam RT yang terdampak akibat tingginya curah hujan di Kabupaten Tanah Laut dalam beberapa pecan terakhir. Warga Benua Raya mengaku, air sudah menggenangi pemukiman mereka sejak satu bulan yang lalu.
Sebelumnya, ketinggian air hanya mencapai pekarangan rumah sejak hampir satu bulan lalu. Puncaknya, Sabtu (26/12) dini hari, air semakin tinggi dan akhirnya menggenangi rumah dengan ketinggian mulai dari mata kaki sampai lutut orang dewasa.
Hindun, warga RT 3 Desa Benua Raya, yang rumahnya tergenang sampai setinggi lutut, mengaku sudah sekitar satu bulan rumahnya tergenang. Namun akibat hujan deras tadi malam, air semakin tinggi dan kini sudah mencapai lutut.
“Sudah satu bulan rumah saya tergenang. Namun hujan tadi malam membuat air semakin tinggi. Sebelumnya hanya sampai mata kaki, kini sudah sampai lutut,” ujar wanita berusia 55 tahun itu.
Menurut Hindun, rumahnya memang rendah dibandingkan rumah-rumah tetangganya. Hingga paling dahulu tergenang air.
“Hanya biasanya, genangan masuk ke dalam rumah itu terjadi sekali dalam lima tahun. Tapi akhir-akhir ini sering atau hampir satu tahun sekali,” jelas Hindun yang kalau malam mengaku terpaksa tidur di rumah anaknya.
Imron, Ketua RW 2 Desa Benua Raya, membenarkan hujan yang turun Sabtu dini hari memperparah genangan air di pemukiman mereka.
“Hujan tadi malam menambah ketinggian air di pemukiman. Sebelumnya memang sudah tergenang hampir satu bulan,” kata Imron.
Imron mengaku musibah banjir ini sudah dilaporkan kepada pihak desa dan pihak terkait di Kabupaten Tanah Laut.
Sementara itu beberapa anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPND) Tala, Sabtu siang terlihat melakukan patroli di kawasan pemukiman yang terendam, termasuk mempersiapkan perahu karet.
Warga berharap hujan tidak turun lagi dalam beberapa hari ke depan. Karena kalau sampai turun, dipastikan air akan terus naik, dan Trans Kalimantan tidak dapat dilewati mobil-mobil kecil, seperti pada 2015 lalu. (zkl/foto: zul yunus)