BANJARMASIN, banuapost.co.id– Lembaga Kajian Keislaman dan Kemasyarakatan (LK3) Kota Banjarmasin, gelar Religi Expo ke-6 di Gedung Balairung Sari, Taman Budaya.
Expo dibuka Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Setdaprov Kalsel, Fathurrahman, Jumat (4/12), disaksikan Direktur LK3, Rafiqah, beserta pemuka agama.
Religi Expo kali ini digelar secara virtual melalui kanal Youtube milik LK3 Kota Banjarmasin mengingat pandemi Covid-19.
Menurut Direktur LK3 Kota Banjarmasin, Rafiqah, pagelaran kali ini mengusung konsep baru, yaitu konsep digital guna menyiasati apa yang tidak bisa dilakukan di ruang terbuka.
Selain banyak melibatkan komunitas agama, expo inipun juga mengikutsertakan UMKM untuk turut meramaikan, seperti Religi Expo sebelumnya.
“Ini pertama kalinya kami menggelar secara virtual. Jelas sekali ada perbedaan. Karena itu kami menyiasati apa yang tidak bisa kita lakukan seperti biasanya. Mulai dari tidak ada bazar atau pameran, serta dibatasinya penampilan secara langsung,” ujar Rafiqah.
Mengambil tema: “Merawat Bumi, Merawat Kehidupan, Merawat Kemanusiaan” religi expo ini mempromosikan upaya membangun kesadaran bersama akan toleransi dan solidaritas di tengah pandemi Covid-19.
Jika di tahun-tahun sebelumnya diadakan penampilan secara langsung, maka lain dengan tahun ini. Hanya dapat menampilkan video kompilasi berbagai komunitas agama maupun pendidikan berbasis agama, karena keterbatasan waktu yang dimiliki.
“Biasanya ada 30 sampai 40 penampilan. Tapi karena kita membatasi sesuai dengan prokes, maka hanya ada 8 penampilan sebagai selingan kompilasi video,” tuturnya.
Rafiqah berharap dengan konsep digital ini dapat menjangkau lebih banyak lagi penonton Religi Expo.
“Besok malam (5/12) akan dirilis sebuah film pendek karya LK3 yang mengangkat budaya Banjar,” imbuhnya. (oie/foto: olivia)