SAMPIT, banuapost.co.id– Jika pendistribusian logistik Pemilu Kotim, baik gubernur maupun bupati ke Kecamatan Pulau Hanaut, Senin (7/12), berjalan lancer, lain ceritanya yang ke Desa Satiruk.
Anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) bersama pihak keamanan, Kepolisian dan TNI, yang turut dalam pengawalan menggunakan klotok (perahu bermotor) ke desa itu, sempat kandas di atas lumpur karena surutnya air laut.
Terpaksa menunggu klotok kecil (mesin ces) yang melintas. Hampir sekitar dua jam menunggu, karena area sinyal handphone yang sulit. Hingga secara kebetulan lewat para nelayan membantu dan membawa logistiknya t ke desa itu.
Camat Pulau Hanaut, Ir H Eddy Mashami, ketika diminta konfirmasinya, Selasa (8/12), membenarkan adanya kendala yang dihadapi petugas PPK dan petugas pengamanan saat mengantar logistik pemilu tersebut.
“Kalau pendistribusian logistik dari KPU kabupaten ke Ibu kota Kecamatan Pulau Hanaut berjalan lancar. Namun pergeseran logistik dari kecamatan menuju desa mengalami kendala,” katanya.
Salah satunya pendistribusian logistik ke Desa Satiruk yang lokasi wilayahnya paling jauh di ujung selatan, berbatasan langsung dengan laut Jawa.
“Benar ada kendala. Klotok yang membawa logistik sempat kandas lumpur, karena surutnya air laut,” tandas Camat Eddy.
Padahal untuk pengantaran logistik pilkada ke Desa Satiruk, lanjut camat, memang sudah diutamakan. Karena lokasi maupun medan jalan darat yang berat dan jarak yang cukup jauh. Hanya bisa dilalui kendaran roda dua. Apalagi kondisi saat ini musim penghujan, jalannya yang licin dan berlumpur.
“Sekitar pukul 09:00 WIB, klotok ces membawa logistik ke pelabuhan desa. Kemudian diangkut mengunakan kendaraan roda dua menuju Kantor Desa untuk distribusikan ke-6 TPS yang ada,” jelas camat. (um/foto: ist)