BANJARMASIN, banuapost.co.id– Dukungan menjadi kapolri untuk Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo, kembali datang dari Kalimantan Selatan. Sebelumnya, Jumat (15/1), dukungan datang dari Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Prof Sutarto Hadi.
Kali ini, Sabtu (16/1), dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Kalsel. Termasuk tidak mempermasalahkan status agama yang dianut Kabareskrim Polri itu.
Menurut Tokoh Agama di Bumi Lambung Mangkurat, dinamika penunjukan kapolri baru dari kalangan non muslim, merupakan hal yang wajar. Mengingat keberagaman dan kebhinekaan yang ada di Indonesia.
“Ini bentuk suatu kebhinekaan serta kerukunan antar umat beragama. Jadi tidak ada masalah jika kapolri yang ditunjuk Presiden Joko Widodo dari non muslim. Karena presiden sebagai atasan kapolri, beragama Islam,” jelas Ketua FKUB Kalsel, Dr H Mirhan.
Seperti diketahui, Pati Polri bintang tiga lulusan Akpol 1991, merupakan calon tunggal kapolri yang diajukan Presiden Jokowi untuk uji kelayakan dan kepatutan dengan Komisi III DPR RI, Rabu (20/1), menggantikan Kapolri Jenderal Pol Idham Azis yang akan pensiun, 25 Januari mendatang.
“Intinya sebagai Ketua FKUB Provinsi Kalimantan Selatan, kami mendukung langkah Presiden Joko Widodo dalam pencalonan Komjen Pol Drs Listyo Sigit Prabowo sebagai kapolri,” tandasnya.
Meski non muslim, Komjen Pol Drs. Listyo Sigit Prabowo, diyakini akan memajukan institusi Polri menjadi lebih baik dan berkinerja bagus ke depannya, serta dapat menjalin hubungan yang harmonis dengan seluruh stakeholder dan masyarakat.
Jika lulus uji kelayakan dan kepatutan, dia akan menjadi kapolri ke-2 beragama non muslim. Sebelumnya Tri Bharata 1 Korp Bhayangkara, Jenderal Widodo Budidarmo, periode 1974-1978. (oie/foto: ist)