MARTAPURA, banuapost.co.id– Meski hanya 20 menit meninjau Jembatan Salim di A Yani Km 55, Desa Astambul, Kabupaten Banjar, yang putus Ahad (17/1), Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Ir M Basoeki Hadimoeljono, minta pemasangan jembatan bailey selesai tiga hari.
Sangat beralasan memang menteri minta secepat itu pemasangan jembatan bailey. Pasalnya, untuk memulihkan lalulintas Trans Kalimantan ruas Banjarmasin-Tanjung-Kaltim yang lumpuh.
Seperti diketahui, Jembatan Salim putus akibat tergerus banjir. Hujan deras yang mengguyur Provinsi Kalsel sejak sepekan terakhir, mengakibatkan anak Sungai Martapura meluap. Menggerus oprit jembatan hingga berlubang dan terputus.
Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Kalsel dan Balai Wilayah Sungai Kalimantan III, telah melakukan penanganan sementara untuk fungsional jalan agar tidak terputus.
Namun hujan deras yang terus mengguyur, mengakibatkan kerusakan oprit jembatan kian parah. Dampaknya arus lalulintas Trans Kalimantan, khususnya penghubung Kalsel dan Kaltim terputus.
“Ini bukan solusi permanen. Tetapi paling tidak, bisa dilalui dulu. Saya meminta Rabu (20/1) mendatang atau paling lambat Kamis, sudah dapat dilalui,” kata Menteri Basuki.
Pengiriman jembatan darurat ke lokasi dilakukan dengan mobilisasi bentang pertama Jembatan Bailey ke lokasi sepanjang 15 meter dan dilanjutkan dengan bentang lainnya. (emy/foto: ist)