JAKARTA, banuapost.co.id– Penelitian sel dendritik sebagai upaya meningkatkan imunitas tubuh dalam menghadapi Covid-19, didukung Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa.
Dukungan tersebut seiring dengan telah dilakukannya pembahasan dan penandatanganan nota kesepahaman soal penelitian dengan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, Menkes Budi Gunadi Sadikin dan Kepala Badan POM, Penny K Lukito.
Penelitian berbasis pelayanan tersebut, memanfaatkan fasilitas Cell Cure Center yang dimiliki RSPAD Gatot Soebroto. Sehingga akan mempermudah pelaksanaan.
“Saya berpikir, penelitian ini adalah sesuatu yang sifatnya saintifik. Bagi saya sesuatu yang sangat mungkin didukung,” tandas Jenderal Andika dalam siaran pers TNI AD yang diterima rekdasi banuapost.co.id, Kamis (27/5).
Cell Cure Center, sambung orang nomor satu di institusi TNI AD ini, merupakan fasilitas yang digunakan untuk memberikan pelayanan kepada individu yang sifatnya seperti immunotheraphy. Dapat pula digunakan kepada penderita kanker, diabetes melitus, lupus hingga yang memiliki permasalahan pada otak maupun otot.
Menurut KSAD, penelitian sebelumnya disebut sebagai Vaksin Nusantara. Kemudian berubah menjadi penelitian berbasis pelayanan dengan sel dendritik.
Sementara menurut Muhadjir, penelitian di RSPAD Gatot Soebroto merupakan upaya akhir dan diharapkan akan segera mendapatkan solusi.
“Terima kasih TNI Angkatan Darat berkenan untuk memberikan bantuan dan dukungan pada penelitian ini,” kata Muhadjir.
Sebagaimana hasil kesepakatan, penelitian di RSPAD Gatot Soebroto itu ditujukan hanya untuk perorangan. Sedang Badan POM, berperan menyediakan pedoman yang dapat dijadikan acuan dalam pelaksanaan penelitian.
“Ini adalah proses penelitian yang tidak akan masuk jalur registrasi ke Badan POM. Maka dari itu tidak akan diproduksi secara massal dan digunakan dalam suatu vaksinasi yang bersifat massal menurut anjuran pemerintah,” ujar Penny. (yb/foto: gog)