JAKARTA, banuapost.co.id– Rekor lagi korban yang terinfeksi virus corona. Kali ini tercatat 21.342 orang yang didapat dari hasil pemeriksaan 98.904 spesimen sepanjang Ahad (27/6). Dengan tambahan tersebut, Covi-19 di Indonesia totalnya 2.115.304 kasus. 207.685 pasien di antaranya masih dirawat.
Menurut catatan banuapost.co.id, dalam sepekan ini setidaknya ada 5 rekor penambahan kasus positf. 21 Juni 14.536 kasus, 23 Juni 15.308 kasus, 24 Juni 20.574 kasus, 26 Juni 21.095 kasus dan 27 Juni 21.342 kasus.
Dilansir dari laman covid19.go.id, hari ini kesembuhan bertambah 8.024 pasien. Sehingga totalnya jadi 1.850.481 orang. Sementara yang meninggal dunia dilaporkan ada 409 pasien. Kumulasinya jadi 57.138 kasus.
Sedang untuk suspek atau diduga terkait Covid-19, pemerintah masih memantau terhadap 129.891 orang tersebar di 510 kabupaten/kota di 34 provinsi.
Sebelumnya, Sabtu (26/6), tercatat 2.093.693 kasus positif virus corona. 1.842.457 pasien di antaranya sembuh, dan 56.729 lainnya meninggal dunia.
Berikut sebaran 21.342 kasus baru (Kalimantan Utara nihil), DKI Jakarta: 9.394, Jawa Barat: 3.988, Jawa Tengah: 2.288, Jawa Timur: 889, DI Yogyakarta: 830, Banten: 698, Kalimantan Timur: 470, Kepulauan Riau: 435, Lampung: 235, Riau: 223 kasus.
Kemudian, Bali: 174, Sumatera Barat: 172, Sumatera Selatan: 162, Kalimantan Tengah: 160, Papua Barat: 151, Kalimantan Barat: 146, Sumatera Utara: 119, Nusa Tenggara Timur: 114, Sulawesi Tenggara: 109, Bangka Belitung: 103 kasus.
Disusul, Sulawesi Selatan: 93, Aceh: 59, Maluku: 51, Jambi: 48, Gorontalo: 36, Sulawesi Tengah: 35, Papua: 34, Sulawesi Barat: 32, Maluku Utara: 28, Kalimantan Selatan: 23, Nusa Tenggara Barat: 19, Bengkulu: 16, Sulawesi Utara: 8 kasus.

Dengan terus jatuhnya korban akibat paparan Cocid-19 ini, masyarakat diminta berandil menekan penyebararanya dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan. Seperti memakai masker, selalu mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, membatasi mobilitas dan interaksi.
Imbauan demikian tentunya bukan tanpa alasan. Pasalnya yang menjadi korban semakin banyak. Bahkan tak memandang status maupun usia. Ahli di bidang medis pun banyak yang jadi korban hingga meninggal dunia. (yb/ilust: ist)