JAKARTA, banuapost.co.id- Kwetua DPR RI, Puan Maharani, ingatkan kontingen Indonesia ke Olimpiade Tokyo 2020 perjuangan makin berat akibat pandemi Covid-19.
Karena itu, para atlet menerapkan protokol kesehatan dengan ketat dan tetap menjaga kesehatan agar dapat tampil prima dalam laga pertandingan nanti.
“Saya bersyukur para atlet, pelatih dan ofisial yang akan diberangkatkan ini dalam kondisi sehat walafiat. Tapi ingat untuk terus menjaga kesehatan, protokol kesehatan tidak boleh lalai supaya bisa bertanding dalam kondisi prima,” kata Puan dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi banuapost.co.id, Kamis (8/7).
Pasalnya, apabila ada atlet yang dinyatakan positif Covid-19 saat tiba di Jepang, atlet tersebut akan langsung didiskualifikasi dari pertandingan. Hal ini tentu akan mengurangi performa kontingen Indonesia, dan memperkecil peluang untuk membawa pulang medali.
Terlebih lagi saat ini, pemerintah Jepang menyatakan Indonesia naik dari kategori 2 menjadi kategori 1 sebagai negara dengan risiko tinggi infeksi Covid-19. Penetapan ini menyusul akibat lonjakan kasus corona dalam beberapa minggu terakhir, terus mencetak rekor secara beruntun setiap harinya.
Selain Indonesia, beberapa negara lain yang berpartisipasi dalam olimpiade juga masuk kategori 1, yakni Afghanistan, India, Maldives, Pakistan dan Sri Lanka.
Meski demikian, status tersebut menurut Komite Olimpiade Indonesia (KOI), tidak akan mengganggu persiapan, rencana keberangkatan, maupun aktivitas tim selama mengikuti olimpiade di Jepang.
Panitia penyelenggara Tokyo (TOCOG), telah menetapkan langkah-langkah tambahan yang akan diberlakukan kepada negara-negara yang masuk kategori 1, demi mengurangi risiko infeksi Covid-19.
Kontingen Indonesia harus melakukan karantina selama 14 hari. Selain itu, mereka wajib melakukan tujuh kali tes selama tujuh hari berturut-turut, dua di antaranya PCR dan sisanya tes antigen sebelum berangkat.
Sesuai jadwal, Indonesia akan memberangkatkan 28 atlet berkompetisi pada delapan cabang olahraga. Yaitu bulutangkis (11 atlet), atletik (2), , panahan (4), menembak (1), dayung (2), angkat besi (5), surfing (1) dan renang (2 atlet).
Selain itu, satu tambahan cadangan atlet datang dari cabang olahraga selancar dengan I Ketut Agus Aditya Putra disiapkan sebagai pengganti jika ada yang berhalangan.
Keberangkatan tim Indonesia ke Tokyo terbagi menjadi lima kloter. Pertama, tim bulutangkis Kamis (8/7) malam untuk menjalani pemusatan latihan di Kumamoto. Disusul tim advance yang bertugas meninjau lokasi, 15 Juli mendatang.
Keberangkatan selanjutnya pada 17 Juli 2021 untuk tim panahan, menembak, dayung, surfing, angkat besi, serta renang. Kloter keempat, Tim KOI dan CdM pada 20 Juli, disusul tim atletik pada 24 Juli 2021. (b2n/foto: ist)