BANJARBARU, banuapost.co.id– Sepanjang Jumat (20/8), setidaknya 33 pasien akibat terinfeksi virus corona di Kalsel meninggal dunia. Sementara warga yang terpapar virus mematikan ini di hari yang sama, bertambah 644 orang.
Dengan tambahan kedua kasus itu sejak pandemi awal Maret tahun lalu, yang meninggal totalnya jadi 1.940 orang. Sedang total yang terpapar jadi 61.812 kasus. 11.159 pasien masih dalam perawatan.
Melansir data Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGTP2) Covid-19 Kalsel, hari ini ada penambahan sebanyak 624 pasien sembuh. Sehingga totalnya jadi 48.713 orang.
Ke-33 pasien meninggal dunia berasal dari Banjarmasin: 15, Tanah Bumbu: 6, Kabupaten Banjar: 5, Banjarbaru: 2, Balangan, Hulu Sungai Utara (HSU), Tapin, Kotabaru dan Tanah Laut: masing-masing 1 orang.
Berikut sebaran ke-644 kasus positif baru yang dilaporkan 13 kabupaten/kota: Tanah Laut: 121, Banjarbaru: 82, Banjarmasin: 80, Kabupaten Banjar: 72, Hulu Sungai Tengah (HST): 69, Barito Kuala: 42, Tanah Bumbu: 37, HSU: 36, Kotabaru: 29, Tapin: 23, Tabalong: 22, Hulu Sungai Selatan (HSS): 19, Balangan: 12 orang.
Sedangkan sebaran ke-624 pasien sembuh (Banjarmasin dan Tabalong nihil): Tanah Bumbu: 110, HSS: 92, Kotabaru: 87, Kabupaten Banjar: 85, HSU: 65, Barito Kuala: 52, Balangan: 48, Tapin: 31, HST: 30, Banjarbaru: 18, Tanah Laut: 6 orang.
Dengan data tersebut, persentase kesembuhan akibat Covid-19 di Kalsel mencapai 78,81 persen, dirawat 18,05 persen dan meninggal 3,14 persen.

Seiring dengan bertambahnya korban akibat terpapar Covid-19 di Bumi Lambung Mangkurat ini, warga diimbau untuk selalu mematuhi dan memberlakukan protokol kesehatan (prokes) dimanapun dan kapanpun.
Prokes tersebut antara lain, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, rajin mencuci tangan dengan air mengalir. Imbauan ini tentu bukan tanpa alasan. Pasalnya virus menyerang tanpa memandang status maupun usia. Ahli dibidang medis pun turut menjadi korban bahkan hingga meninggal dunia. (oie/ilust: ist)