SUKOHARJO, banuapost.co.id– Presiden Joko Widodo meminta kepala daerah melapor jika stok vaksin tersendat, baik ke menteri kesehatan atau kepada dirinya. Begitu pun dengan pemda tidak perlu menyetok. Tapi menyegerakan proses vaksinasinya.
Permintaan dikemukakan Jokowi ketika meninjau vaksinasi pelajar di SMAN 1 Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Senin (13/9). Bersamaan dalam kunjunganini, presiden juga meninjau vaksinasi di sejumlah provinsi melalui telekonferensi, sebagaimana ditayangkan melaui akun Youtube Sekretariat Presiden.
Awalnya, Jokowi berbincang dengan Bupati Dharmasraya, Sutan Riska Tuanku Kerajaan, menanyakan terkait stok vaksin di Dharmasraya.
“Vaksin lengkap, stoknya ada Pak Presiden. Alhamdulillah kita sudah 35 persen,” ujar bupati.
Jokowi lalu meminta bupati agar tidak segan-segan meminta vaksin kepada menteri kesehatan.
“Pak Bupati, kalau ada stok vaksin segera habiskan, segera suntikkan, habis minta lagi ke menkes. Kalau menkes nggak kirim-kirim, telepon ke saya,” kata Jokowi.
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga meminta agar pembelajaran tatap muka (PTM) segera dilaksanakan bagi daerah yang sudah turun dari level 4.
“Kalau sudah divaksin, segerakan pembelajaran tatap muka, terutama yang SMA, SMK, SMP,” tegasnya.
Sebelumnya, Presiden Jokowi mengunjungi Dusun Sorotakan Ngledok, Desa Segaran, Delanggu, Klaten, Jateng, ke sentra pandai besi untuk melihat pelaksanaan vaksinasi door to door.
“Saya ingin memastikan vaksinasi massal berjalan di seluruh provinsi dan kabupaten kota di seluruh tanah air. Pagi ini saya meninjau vaksinasi door to door,” jelas Jokowi. (yb/foto: setpres)