JAKARTA, banuapost.co.id– Tercatat 914 kasus baru sepanjang Rabu (20/10) yang diketahui dari hasil pemeriksaan 248.113 spesimen corona. Akibat tambahan itu, Covid-19 di Indonesia totalnya menjadi 4.237.201 kasus. 16.376 pasien masih dirawat.
Dilansir dari laman covid19.go.id, di hari yang sama ini kesembuhan tercatat sebanyak1.207 pasien. Sehingga totalnya sejak pandemi awal Maret tahun lalu jadi 4.077.748 orang.
Sementara yang meninggal dunia, dilaporkan ada 28 orang, hingga kumulasinya jadi 143.077 kasus, Sedang suspek, pemerintah masih memantau terhadap 6.706 orang tersebar di 510 kabupaten/kota di 34 provinsi.
Sebelumnya, Selasa (19/10), tercatat total 4.236.287 kasus positif virus corona. Sembuh 4.076.541 pasien dan yang meninggal 143.049 kasus.
Berikut sebaran 914 kasus baru yang dilaporkan 33 provinsi (Sulawesi Tenggara nihil), Jawa Barat: 122,
DKI Jakarta: 103, Jawa Timur: 93, Kalimantan Barat: 84, Jawa Tengah: 83, Sulawesi Selatan: 39, Sumatera Utara: 38 kasus.
Kemudian, DI Yogyakarta: 35, Bali: 33, Kalimantan Timur: 26, Bangka Belitung: 24, Banten: 22, Kalimantan Utara: 21, Sulawesi Utara: 19, Kalimantan Tengah: 18, Sulawesi Tengah: 18, Nusa Tenggara Timur: 17, Riau: 16, Nusa Tenggara Barat: 14 kasus.
Disusul, Aceh: 11, Sumatera Barat: 11, Jambi: 11, Lampung: 10, Papua: 10, Kepulauan Riau: 9, Kalimantan Selatan: 9, Maluku Utara: 5, Sumatera Selatan: 4, Papua Barat: 4, Bengkulu: 2, Gorontalo: 1, Sulawesi Barat: 1, Maluku: 1 kasus.

Masih jatuhnya korban akibat terpapar virus corona, pemerintah mengimbau agar selalu menerapkan 3M dalam ke seharian. Yakni Menjaga jarak dan hindari kerumunan. Karena di antara kita bisa jadi ada yang terinfeksi Covid-19, namun merupakan orang yang tidak menunjukkan gejala
Mencuci tangan pakai sabun dengan rutin, terutama sesudah menyentuh permukaan benda dan sebelum menyentuh bagian mata, hidung dan mulut. Sabun dapat membunuh virus penyebab Covid-19.
Selain 3M, dukung juga upaya pemerintah untuk melakukan 3T (testing, tracing, treatment), serta siap divaksinasi.
Keikutsertaan dengan imbauan ini, setidaknya Anda berandil ikut menekan laju penyebaran virus mematikan tersebut. Ini mengingat korban yang terpapar, tak memandang status maupun usia. Termasuk tokoh agama dan ahli di bidang medis pun, sampai meninggal dunia. (yb/ilust: ist)