JAKARTA, banuapost.co.id– Tercatat 997 kasus baru sepanjang Sabtu (16/10), yang didapat dari pemeriksaan 270.811 spesimen corona. Akibat tambahan itu, total Covid-19 di Indonesia jadi 4.234.011 kasus dengan 18.746 pasien masih dirawat.
Di hari yang sama ini, sebagaimana dilansir dari laman covid19.go.id, kesembuhan sebanyak 1.525 pasien. Sehingga totalnya sejak pandemi awal Maret tahun lalu menjadi 4.072.332 orang.
Sementara yang meninggal dunia dilaporkan ada 44 orang. Sehingga kumulasinya jadi 142.993 kasus. Sedang suspek, pemerintah masih memantau terhadap 490.512 orang di 510 kabupaten/kota di 34 provinsi.
Sebelumnya, Jumat (15/10), tercatat total 4.233.014 kasus positif virus corona. Sembuh sebanyak 4.070.807 kasus, dan meninggal 142.889 kasus.
Berikut sebaran 997 kasus baru yang dilaporkan 34 provinsi, DKI Jakarta: 154, Jawa Tengah: 114, Jawa Barat: 108, Jawa Timur: 100, Kalimantan Barat: 50, Kalimantan Timur: 40, Bangka Belitung: 33 kasus.
Kemudian, Sumatera Utara: 32, Bali: 32, Nusa Tenggara Timur: 31, Kalimantan Utara: 31, Sulawesi Selatan: 30, Aceh: 28, DI Yogyakarta: 28, Banten: 25, Papua: 24, Riau: 23, Kalimantan Tengah: 14, Nusa Tenggara Barat: 13 kasus.
Disusul, Kalimantan Selatan: 12, Lampung: 10, Kepulauan Riau: 10, Sulawesi Utara: 10, Sumatera Barat: 8, Sumatera Selatan: 8, Sulawesi Tengah: 8, Jambi: 5, Gorontalo: 3, Maluku Utara: 3, Bengkulu: 2, Sulawesi Barat: 1, Papua Barat: 1 kasus.

Masih jatuhnya korban akibat terpapar virus corona, pemerintah mengimbau agar selalu menerapkan 3M dalam ke seharian. Yakni Menjaga jarak dan hindari kerumunan. Karena di antara kita bisa jadi ada yang terinfeksi Covid-19, namun merupakan orang yang tidak menunjukkan gejala
Mencuci tangan pakai sabun dengan rutin, terutama sesudah menyentuh permukaan benda dan sebelum menyentuh bagian mata, hidung dan mulut. Sabun dapat membunuh virus penyebab Covid-19.
Selain 3M, dukung juga upaya pemerintah untuk melakukan 3T (testing, tracing, treatment), serta siap divaksinasi.
Keikutsertaan dengan imbauan ini, setidaknya Anda berandil ikut menekan laju penyebaran virus mematikan tersebut. Ini mengingat korban yang terpapar, tak memandang status maupun usia. Termasuk tokoh agama dan ahli di bidang medis pun, sampai meninggal dunia. (yb/ilust: ist)