JAKARTA, banuapost.co.id– Warga yang terkonfirmasi positif virus corona di Indonesia bertambah 683 yang diketahui dari hasil pemeriksaan 244.392 spesimen sepanjang Jumat (29/10). Dengan tambahah itu, total Covid-19 menjadi 4.243.215 kasus. 12.414 pasien di antaranya masih dirawat.
Di hari yang sama ini, kesembuhan tercatat 681 pasien. Sehingga totalnya sejak pandemi awal Maret tahun lalu jadi 4.087.440 orang.
Sementara yang meninggal dunia, sebagaimana dilansir dari laman covid19.go.id, dilaporkan ada 28 orang. Kumulasinya pun jadi 143.361 kasus. Sedang suspek, pemerintah masih memantau terhadap 7.575 orang di 510 kabupaten/kota di 34 provinsi.
Sebelumnya, Kamis (28/10), tercatat total 4.242.534 kasus positif virus corona. Sembuh sebanyak 4.086.759 orang dan yang meninggal 143.333 kasus.
Berikut sebaran 683 kasus baru, Jawa Barat: 157, DKI Jakarta: 96, Jawa Tengah: 73, Jawa Timur: 54, DI Yogyakarta: 38, Banten: 29, Bali: 29, Kalimantan Barat: 25, Kalimantan Timur: 22, Nusa Tenggara Timur: 21, Papua: 20, Bangka Belitung: 17, Lampung: 11, Riau: 10, Sumatera Utara: 9 kasus.
Kemudian, Sumatera Barat: 8, Kalimantan Selatan: 8, Sulawesi Selatan: 7, Nusa Tenggara Barat: 5, Kalimatan Utara: 5, Sulawesi Utara: 5, Aceh: 4, Kepulauan Riau: 4, Kalimantan Tengah: 4, Sulawesi Barat: 4, Maluku Utara: 4, Bengkulu: 3, Sulawesi Tengah: 3, Sumatera Selatan: 2, Maluku: 2, Papua Barat: 2, Sulawesi Tenggara: 1, Gorontalo: 1 kasus.

Masih jatuhnya korban akibat terpapar virus corona, pemerintah mengimbau agar selalu menerapkan 3M dalam ke seharian. Yakni Menjaga jarak dan hindari kerumunan. Karena di antara kita bisa jadi ada yang terinfeksi Covid-19, namun merupakan orang yang tidak menunjukkan gejala
Mencuci tangan pakai sabun dengan rutin, terutama sesudah menyentuh permukaan benda dan sebelum menyentuh bagian mata, hidung dan mulut. Sabun dapat membunuh virus penyebab Covid-19.
Selain 3M, dukung juga upaya pemerintah untuk melakukan 3T (testing, tracing, treatment), serta siap divaksinasi.
Keikutsertaan dengan imbauan ini, setidaknya Anda berandil ikut menekan laju penyebaran virus mematikan tersebut. Ini mengingat korban yang terpapar, tak memandang status maupun usia. Termasuk tokoh agama dan ahli di bidang medis pun, sampai meninggal dunia. (yb/ilust: ist)