JAKARTA, banuapost.co.id– Pemerintah diminta mengantisipasi terjadinya kondisi terburuk dampak meningkatnya kasus Omicron, termasuk menyiapkan skenario terburuk varian baru Covid-19 itu.
“Menyiapkan segala kebutuhan untuk kondisi terburuk sudah harus dilakukan pemerintah sejak sekarang. Jangan sampai kita gagap apabila terjadi lonjakan besar, seperti pertengahan 2021 lalu,” ujar Ketua DPR RI, Puan Maharani, Kamis (6/1).
Karena itu, perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu berharap, infrastruktur kesehatan di seluruh wilayah sudah siap apabila Omicron menyebabkan gelombang baru pandemi. Indonesia tidak boleh lagi mengalami kondisi serba keterbatasan, seperti saat varian Delta menyerang.
“Jangan sampai kita kekurangan obat, oksigen, bahkan bed di rumah sakit untuk merawat pasien-pasien Covid. Koordinasi antara pusat dan daerah harus betul-betul optimal, termasuk dengan berbagai lembaga dan instansi terkait,” katanya.
Berdasarkan informasi dari Kementerian Kesehatan, total kasus Omicron saat ini sudah ada 254 orang, 239 di antaranya dari pelaku perjalanan internasional (imported case) dan 15 kasus transmisi lokal. Karena itu, masyarakat untuk sementara ini tidak bepergian ke luar negeri.
“Jika memang tidak ada sesuatu yang urgent, lebih baik tidak dulu melakukan perjalanan ke luar negeri. Kesadaran masyarakat memainkan peranan penting untuk menjaga agar Indonesia tidak kembali mengalami hantaman gelombang Covid-19,” jelas Cucu Proklamator RI Bung Karno tersebut.
Akibat maraknya kasus Omicron, Indonesia menutup pintu masuk bagi Warga Negara Asing (WNA) asal 14 negara, termasuk Afrika Selatan, Norwegia, Perancis, Inggris dan Denmark. Indonesia juga menambah durasi karantina untuk pelaku perjalanan luar negeri yang baru tiba di Tanah Air, baik WNI maupun WNA, menjadi 7 dan 10 hari.
“India dan Peru mengalami gelombang baru Covid-19. Bahkan di India hari ini terjadi tambahan hampir 100 ribu kasus, dengan peningkatan 57 persen dalam sehari. Kita tidak mau Indonesia mengalami hal yang sama,” ucapnya.
Meski begitu, Puan mengimbau masyarakat untuk tidak panik. Sebab vaksin Covid-19 yang ada saat ini, termasuk Sinovac, masih efektif memberikan perlindungan terhadap penyakit parah, rawat inap dan kematian akibat infeksi varian Omicron.
“Paling terpenting, bagaimana kita semua menjaga pola hidup yang sesuai dengan protokol kesehatan. Jangan sampai abai dan hindari pontensi-potensi terjadinya penularan virus,” imbuhnya. (b2n/foto: dok)