PELAIHARI, banuapost.co.id– Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) dan Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK-R) Tanah Lalut di UPTD SMPN 1 Pelaihari, diremikan Wakil Bupati Abdi Rahman, Selasa (8/2).
Keberadaan SSK dan PIK-R Tala ini dalam rangka menghadapi akan terjadi bonus demografi dan window of opportunity dimana perubahan struktur umur penduduk lebih banyak usia produktif tertimbang usia tertanggung, yaitu 0-14 tahun dan lansia 60 tahun ke atas.
Untuk merealisasikan hal tersebut dibutuhkan para remaja sebagai agent of change atau aktor perubahan sebagai penerus bangsa dalam membangun Indonesia ke depannya.
Oleh sebab itu sangat diperlukan pendidikan keluarga berencana yang bertujuaan agar remaja sadar akan pentingnya kependudukan dimasa depan.
Abdi Rahman memberikan apresiasi adanya SSK dan PIK-R di UPTD SMPN1 sebagai sekolah yang pertama yang melaksanakan program ini.
“Mudah mudahan bisa dicontoh sekolah-sekolah lain. Program ini sangat strategis untuk kehidupan masa depan. Jika dari remaja saja sudah direncanakan, sehingga 10 sampai 20 tahun ke depan akan ada para pemimpin baru di Tala ini,” kata Abdi.
Sementara menurut Kepala BKKBN Kalsel, H Ramlan, pemerintah harus bersiap dari sekarang. jika lebih banyak penduduk berusia muda yang produktif akan sangat menguntungkan sekali bagi Negara. Misalnya Jepang, sangat baik dalam menghadapi penomena ini. Oleh sebab itu, Indonesia diharapkan begitu juga.
“Penomena ini akan terwujud jika pemerintah mampu menyediaka kualitas sumber daya manusia (SDM ) yang tinggi, fasilitas kesehatan yang baik, tingkat pendidikan yang baik dan tersedianya lapangan pekerjaan,” jelasnya. (ril/foto: diskominfo)