BANJARMASIN, banuapost.co.id– Operasi pasar minyak goreng digelar Dinas Perdangangan Kalsel, Kamis (10/3). Namun opsar secara mobile ini, sasarannya hanya untuk pelaku usaha mikro dan kecil, home industry, pedagang gorengan serta warung nasi yang jualan di pinggiran jalan.
Dinakhodai Birhasani, Kadis Perdagangan Kalsel, kegiatan dilakukan dengan menyisir warung-warung gorengan di sepanjang Jl A Yani, Gambut, Guntung Manggis, Mr Cokrokusumo, Trikora, Panglima Batur, Jl Rahayu Martapura, Teluk Tiram, Sei Andai, Banjarmasin Utara.
Minyak goreng ditawarkan dengan harga Rp 13.000 per liter dengan setiap pedagang diberi jatah maksimal 6 liter hingga 12 liter.
“Kegiatan ini akan dilanjutkan ke beberapa lolasi kebupaten/kota lainnya di Kalsel dalam upaya membantu para pelaku usaha mikro dan kecil mendapatkan minyak goreng dengan mudah serta harga murah,” jelas Birhasani.
Birhasani sangat berharap, pemerintah kabupaten maupun kota juga melakukan hal yang sama, guna membantu pelaku usaha mikro dan kecil.
Bagi Disdag Kalsel, operasi pasar minyak goreng yang sudah dilakukan sejak November 2021, hingga kini sudah lebih dari 167-an kali dengan sasaran untuk kebutuhan rumah tangga dalam menyikapi masih kurangnya ketersediaan minyak goreng di pasaran. (ril/foto: disdag)