PELAIHARI, banuapost.co.id– Setidaknya enam akseptor Keluarga Berencana (KB) melalui program metode Medis Operasi Wanita (MOW) di Tanah Laut (Tala), dapat tali asih.
Apresiasi berupa uang yang bersumber dari dana APBD ini, masing-masing sebesar Rp 300 ribu untuk lima warga dari Kecamatan Batu Ampar dan satu warga dari Kecamatan Tambang Ulang.
Penyerahan tali asih langsung dari Bupati Tanah Laut, H Sukamta, berlangsung di Lantai II RSUD Hadji Boejasin, Rabu (15/6), ini seiring dengan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-29.
Tri Subarmiyati (38), aseptor warga Desa Batu Ampar, Kecamatan Batu Ampar, mengaku ikut program KB karena tidak mau mengambil risiko.
Apalagi sewaktu melahirkan seluruh anaknya dulu, dilakukan secara Sectio Caesarea (SC) atau yang lebih dikenal dengan operasi caesar. Terlebih lagi pada salah satu proses persalinan, melahirkan anak kembar.
“Jumlah anak, saya rasa sudah cukup. Umur pun juga sudah lumayan,” ujar ibu dri tiga anak tersebut memberikan alasan.
Karena itu alasan memilih metode MOW dibanding program KB lainnya, menganggap lebih sehat. Sebab tanpa memasukan apapun ke dalam tubuh.
Sementara, Bupati Tala H Sukamta, mengapresiasi keputusan para akseptor yang antusias mengikuti program KB menggunakan metode yang bersifat jangka panjang ini.
“Saya berterimakasih dan menyampaikan penghargaan bagi ibu-ibu yang hari ini telah memutuskan menggunakan metode MOW. Sampaikan kepada ibu-ibu yang lain jika kontrasepsi paling aman itu adalah dengan metode MOW,” ucapnya. (ril/foto: diskominfo)
.