BANJARBARU, banuapost.co.id– Lebih dari 200 alumni SMPN 1 Gambut Satu Atap (Satap) Karan Dukuh – Malintang memeriahkan gelaran Silaturrahmi Akbar yang dilaksanakan di The Breeze Waterpark, Jl Lingkar Utara, Bandara Syamsuddin Noor, Kota Banjarbaru, Minggu (20/11).
Kegiatan Silaturrahmi Akbar yang diikuti peserta dari Alumni 1979 hingga 1998 tersebut, juga dihadiri mantan guru, Kepala Sekolah dan dewan pengajar SMPN 1 Gambut.
Menurut Ketua Pelaksana Kegiatan, Helmi, persiapan Silaturrahmi Akbar tersebut dilakukan dalam waktu yang cukup lama.
”Ide atau gagasannya bisa dibilang dadakan, hasil dari perbincangan beberapa kawan yang kita akomodir, tetapi mengumpulkan alumni dari semua angkatan dan para guru yang memerlukan waktu,” katanya.
Sebagai langkah awal, lnjut Helmi, dibentuk kepanitiaan yang mewakili masing-masing angkatan untuk mengkoordinir kawan-kawan di angkatannya masing-masing.
”Selama kurang lebih dua bulan kawan-kawan panitia mengkoordinir angkatannya masing-masing sambil kita menginventarisir para guru mulai dari yang tertua yang masih bisa dihubungi,” jelasnya.
SMPN 1 Gambut didirikan pada 1 Desember 1959 berdasarkan Surat Keputusan (SK) Pendirian Nomor 621/SK/D-1959.
Sebelum ditetapkan pemerintah sebagai sekolah negeri pada 1989, SMP Gambut merupakan sekolah satu atap (satap) bernama SMP Karang Dukuh untuk sekolah Negeri yang masuk pagi dan SMP Malintang untuk sekolah Swasta yang masuk siang.
Karena itulah, pada kegiatan Silaturrahmi Akbar yang mengusung tema ”Bakumpulan wan Badapatan Sakira Kita Rakat Badangsanakan” tersebut, mengakomodir dan mempertemukan para alumni dari saat masih SMP Gambut Satap Karang Dukuh – Malintang hingga menjadi SMPN 1 Gambut saat ini.
Helmi menambahkan, selain ajang silaturrahmi dan mempererat persaudaraan sesama alumni SMP Gambut, kegiatan tersebut juga berhasil menginventarisir keberadaan para guru sepuh yang saat ini masih hidup dan bisa dihubungi.
“Usaha keras kawan-kawan panitia mencari dan menemukan para guru sepuh akhirnya membuahkan hasil dan kita bisa mendata keberadaan para guru tersebut, dimana alamatnya lengkap dengan nomer handphone yang bisa dihubungi,” tambahnya.
Pada kegiatan tersebut, 25 guru sepuh berhasil dikumpulkan dan dihadirkan untuk ikut bersilaturrahmi, bukan hanya dengan para alumni tetapi juga antar sesama mantan guru di SMP Gambut.
Dari hasil pencarian panitia Silaturrahmi Akbar, sebenarnya lebih dari 25 guru sepuh yang bisa ditemukan namun beberapa orang di antaranya tidak dapat berhadir karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan.
Diharapkan, kegiatan Silaturrahmi Akbar tersebut nantinya dapat kembali dilaksanakan dengan lebih meriah dan baik lagi serta dengan jumlah peserta yang lebih banyak lagi. (rus/foto: ndi)