PELAIHARI, banuapost.co.id– Seorang pengunjung obyek wisata di Kabupaten Tanah Laut, tewas akibat terseret banjir bandang yang menerjang lokasi perkemahan mereka. Dua orang berhasil selamat setelah terseret sekitar 400 meter dari lokasi perkemahan.
Adanya pengunjung obyek wisata terseret banjir ini baru diketahui warga sekitar pukul 06:00 Wita, Senin (7/11), setelah Prasyuda dan Syaidi yang selamat meminta pertolongan warga sekitar lokasi kejadian, Prasyuda usai meminta pertolongan langsung pingsan, keduanya langsung dilarikan ke RSUD Hadji Boejasin.
Setelah sekitar 3 jam pencarian, jasad Heru Nur Rahman akhirnya ditemukan tim SAR gabungan dan warga yang melakukan pencarian. Jasad lelaki berusia 28 tahun itu ditemukan tidak jauh dari lokasi Prasyuda dan Syaidi menyelamatkan diri di sekitar Embung Sungai Bakar.
Dua rombong pemuda usia antara 20 sampai 30 tahun ini masuk kawasan Lembah Asmara sekitar pukul 02:00 Wita, Senin (7/11) dini hari. Dari Banjarmasin terdiri dari Deddy Setiawan, Ahmad Syaidi, Prasyuda, Rafly, Fahri dan Heru Nur Rahman. Sedang dari Tanbu Basyir, Ahmad Ragil, Rizky, Ali Akbar Ferdy dan Ridho.
Menurut pengakuan salah satu pengunjung, sekitar pukul 03:00 Wita, hujan deras mengguyur kawasan Desa Sungai Bakar dan berlangsung sekitar 1 jam. Sekitar pukul 04.30 Wita, tiba-tiba air menerjang perkemahan 12 pemuda itu, namun semuanya berhasil menyelamatkan diri ke tempat yang lebih tinggi.
Entah apa yang dicari, tiba-tiba Heru Nur Rahman bersama Prasyuda dan Syaidi mendatangi tenda sampai akhirnya terjadi musibah, kemungkinan ketiganya terperosok karena kondisi saat itu masih gelap.
“Saya tidak tahu apa yang ingin dilakukan tiga teman kami itu, padahal sebelumnya kami sudah aman dari terjangan banjir,” kata Rafly saat dimintai keterangannya, Senin (07/11) di lokasi kejadian.
Hal ini dibenarkan Basyir, salah satu pengunjung yang berasal dari Tanah Bumbu. Menurutnya, mereka saat itu sudah dalam posisi aman, namun tiba-tiba tiga pengunjung asal Banjarmasin itu mencoba kembali ke tenda yang masih diterjang banjir.
“Mungkin ada yang ingin diambil mereka di dalam tenda, kami tidak tahu persis karena kondisinya sangat gelap dan hanya ada cahaya senter,” kata Basyir.
Jasad Heru Nur Rahman langsung dievakuasi ke ruang jenazah RSUD Hadji Boejasin sebelum diserahkan kepada keluarga.
Lembah Asmara meski dijadikan salah satu destinasi wisata, namun pengelolaannya di luar Obyek Wisata Air Terjun Bajuin, sehingga luput dari pengawasan petugas.
Tim Sar Gabungan yang melakukan pencarian bersama warga, BPBD, Satpol PP dan Damkar, Relawan Remaja Tala (R2T), PMI Tala, Relawan Jaya anggota RAPI Tala. (zkl/foto: ist)